Ketua Dekranasda Apresiasi Batik Ge HaDe, Dorong Kemandirian dan Perluasan Pasar

Pelestarian kebudayaan dan pemberdayaan masyarakat berbasis inklusivitas kian menguat di Jawa Barat. Karya kain batik hasil cipta perajin difabel melalui UPTD Pusat Pelayanan Sosial Griya Harapan Difabel secara resmi diperkenalkan ke publik melalui Grand Launching Batik Ge HaDe di Gedung Kebudayaan Jawa Barat, Jalan Naripan, Kota Bandung, Jumat (21/8/2026).

Kegiatan yang disokong Dewan Kerajinan Nasional Daerah (Dekranasda) Provinsi Jawa Barat tersebut menjadi panggung apresiasi atas karya seni yang lahir dari semangat melampaui keterbatasan.

Batik Ge HaDe tidak sekadar hadir sebagai kerajinan bernilai budaya, melainkan wadah pembuka peluang kolaborasi, perluasan pasar, serta pendorong kemandirian ekonomi penyandang disabilitas.

Penguatan Ekosistem Inklusif

Ketua Dekranasda Provinsi Jawa Barat Noneng Komara Nengsih menegaskan, pengembangan batik merupakan langkah strategis dalam mendongkrak kesejahteraan perajin.

Penataan ekosistem yang mendukung ditempuh melalui penguatan kewirausahaan, peningkatan daya saing, penajaman inovasi desain, hingga perluasan jangkauan promosi.

Karya yang dihasilkan para pembatik difabel membuktikan keterbatasan fisik bukan perintang untuk melahirkan produk berdaya saing tinggi.

"Upaya yang adil, inklusif, dan bermakna tentu lahir dari ekosistem yang mendukung kelestarian budaya sekaligus pemberdayaan masyarakat. Karena itu, karya-karya seperti Batik Ge HaDe perlu terus kita apresiasi dan dukung agar semakin berkembang," ujar Noneng. Dukungan Produk Lokal Jabar

Sinergi antarwilayah menjadi pilar krusial dalam memperluas jangkauan pemasaran produk kerajinan inklusif tersebut.

Ketua Dekranasda Kota Sukabumi Ranty Rachmatilah hadir langsung bersama jajaran pengurus sebagai bentuk komitmen dalam mengawal pengembangan potensi daerah.

Ranty menyampaikan rasa bangganya atas peluncuran koleksi batik buatan para perajin difabel tersebut.

"Saya diundang oleh Dekranasda Jawa Barat untuk menghadiri peluncuran Batik Ge HaDe. Ini adalah batik yang dibuat oleh orang-orang difabel, sangat luar biasa. Kita harus mengapresiasi karya anak Jawa Barat dan kita harus mendukung produk nasional, terutama Jabar," uhar Ranty.

Peluncuran edisi kedua Batik Ge HaDe ini menjadi bagian dari penguatan rantai ekonomi kreatif Jawa Barat yang berakar pada nilai kebudayaan, inklusivitas, dan pemberdayaan masyarakat secara berkelanjutan.

Pewarta : Zauharah
Dokumentasi : Ihsan

DOKPIM KOTA SUKABUMI
Pranata Kehumasan : Ross Pristianasari

0/Komentar

Silakan kirim saran dan komentar anda

Lebih baru Lebih lama

Headline