Pesan tersebut disampaikan Wali Kota Sukabumi H. Ayep Zaki saat memimpin Upacara Peringatan HUT ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia tingkat Kota Sukabumi di Lapang Merdeka, Senin (17/8/2026).
Upacara dihadiri unsur Forkopimda, tokoh masyarakat, jajaran pemerintah daerah, serta berbagai elemen masyarakat. Peringatan kemerdekaan menjadi momentum untuk kembali meneguhkan semangat kebangsaan sekaligus melihat capaian pembangunan yang telah diraih Kota Sukabumi.
Dalam pidatonya, H. Ayep Zaki mengangkat sejumlah pesan penting dari pidato kenegaraan Presiden Prabowo pada 14 Agustus 2026.
Beberapa di antaranya berkaitan dengan keberhasilan pemerintah mencapai swasembada pangan, pertumbuhan ekonomi nasional sebesar 5,45 persen, penutupan 290 BUMN yang dinilai tidak produktif sebagai bagian dari transformasi korporasi negara, serta penguatan agenda pengentasan kemiskinan dan pemberantasan korupsi.
Semangat efisiensi dan pembangunan nasional tersebut kemudian dikaitkan dengan sejumlah capaian Pemerintah Kota Sukabumi.
Salah satu capaian yang disorot ialah keberhasilan mempertahankan opini Wajar Tanpa Pengecualian (WTP) atas laporan keuangan pemerintah daerah untuk ke-12 kalinya secara berturut-turut.
Dari sisi realisasi anggaran, per 3 Juli 2026 Kota Sukabumi berada di peringkat pertama di Jawa Barat untuk realisasi belanja daerah dan peringkat kedua untuk realisasi pendapatan daerah.
Capaian tersebut berjalan beriringan dengan kualitas pelayanan publik yang tercermin dari Indeks Kepuasan Masyarakat sebesar 88,73 atau berada dalam kategori sangat baik.
Sejumlah indikator lain juga menunjukkan kinerja pemerintah daerah di berbagai bidang. Pada Indeks Reformasi Hukum Pemerintah Daerah Tahun 2026, Kota Sukabumi meraih nilai 96,5 atau kategori A.
Sementara itu, Jaringan Dokumentasi dan Informasi Hukum (JDIH) memperoleh nilai 98. Kota Sukabumi juga meraih predikat Kota Sangat Inovatif dalam ajang Innovative Government Awards (IGA).
Di bidang sosial, Pemerintah Kota Sukabumi telah menyalurkan manfaat Program 12 PAS (Pemerlu Atensi Sosial) kepada 264 Keluarga Penerima Manfaat (KPM).
Program tersebut telah dipatenkan dengan nama “Ayeuna Waktunya Berbagi Berkah” dan menjadi salah satu bentuk intervensi pemerintah daerah dalam memberikan perhatian kepada masyarakat yang membutuhkan.
Rangkaian capaian tersebut ditempatkan Ayep dalam konteks pembangunan yang membutuhkan keterlibatan berbagai pihak. Pemerintah daerah tidak dapat bekerja sendiri menghadapi tantangan pembangunan dan tuntutan masyarakat yang terus berkembang.
Karena itu, ia mengajak seluruh unsur masyarakat memperkuat kerja bersama, mulai dari pemerintah, sektor swasta, tokoh agama, budayawan, penggerak ekonomi kreatif, hingga insan pers.
Kolaborasi lintas sektor menjadi modal penting untuk menjaga kesinambungan pembangunan Kota Sukabumi.
“Mari terus bersinergi dan berkolaborasi dalam mewujudkan Kota Sukabumi yang sejahtera dan bercahaya,” ujar Wali Kota menutup sambutannya.
Antusiasme Masyarakat Merayakan Kemerdekaan
Upacara Peringatan HUT ke-81 Republik Indonesia tingkat Kota Sukabumi mendapat sambutan antusias dari masyarakat. Warga memadati sisi Lapang Merdeka untuk menyaksikan jalannya upacara sejak pagi.
Suasana kemerdekaan tampak dari cara warga mengenakan pakaian bernuansa merah putih. Para pelajar membawa bendera Merah Putih berukuran kecil, sementara anak-anak turut meramaikan kawasan Lapang Merdeka.
Kehadiran berbagai kelompok masyarakat membuat peringatan kemerdekaan terasa sebagai perayaan bersama.
Usai upacara, masyarakat menyaksikan berbagai kreasi. Perpaduan antara tradisi dan modernitas terlihat dalam gerak tari, musik, dan nyanyian yang ditampilkan.
Rangkaian pertunjukan tersebut menjadi persembahan masyarakat Kota Sukabumi untuk merayakan kemerdekaan Indonesia yang telah memasuki usia 81 tahun.
Suasana kemerdekaan tampak dari cara warga mengenakan pakaian bernuansa merah putih. Para pelajar membawa bendera Merah Putih berukuran kecil, sementara anak-anak turut meramaikan kawasan Lapang Merdeka.
Kehadiran berbagai kelompok masyarakat membuat peringatan kemerdekaan terasa sebagai perayaan bersama.
Usai upacara, masyarakat menyaksikan berbagai kreasi. Perpaduan antara tradisi dan modernitas terlihat dalam gerak tari, musik, dan nyanyian yang ditampilkan.
Rangkaian pertunjukan tersebut menjadi persembahan masyarakat Kota Sukabumi untuk merayakan kemerdekaan Indonesia yang telah memasuki usia 81 tahun.
Panggung seni sekaligus menjadi ruang bagi generasi muda dan para pelaku budaya untuk menunjukkan bahwa semangat kemerdekaan dapat dirawat melalui karya, kreativitas, dan kebersamaan.
| Pewarta | : Kang Warsa |
| Dokumentasi | : Agus Rustiawandi |
DOKPIM KOTA SUKABUMI |
|
| Pranata Kehumasan | : Ross Pristianasari |





Posting Komentar
Silakan kirim saran dan komentar anda