Dalam kesempatan tersebut, Wali Kota menyampaikan bahwa LPK Politeknik Sukabumi membuka kelas pelatihan bahasa dan keterampilan (skill) yang diarahkan untuk membekali peserta dengan sertifikat bahasa dan sertifikat keterampilan sebagai salah satu persiapan menjadi pekerja migran Indonesia.
Saat ini terdapat 24 peserta yang mengikuti pelatihan. Ke depan, kebutuhan pelatihan ditargetkan mencapai sedikitnya 60 peserta per bulan melalui dua kelas, dengan kapasitas sekitar 30 peserta per kelas.
Program ini juga terbuka bagi peserta dari berbagai daerah, tidak hanya Kota Sukabumi, tetapi juga Kabupaten Sukabumi, Cianjur, Bogor, Serang, Cirebon, Bekasi, dan daerah lainnya.
Wali Kota menegaskan bahwa penguatan pendidikan dan pelatihan keterampilan menjadi bagian dari komitmen Pemerintah Kota Sukabumi dalam menangani persoalan pengangguran.
Kehadiran LPK diharapkan mampu membuka lebih banyak peluang bagi masyarakat untuk meningkatkan kompetensi, memperoleh sertifikasi, serta memiliki akses terhadap lapangan kerja, termasuk peluang bekerja di luar negeri.
LPK Politeknik Sukabumi juga menjalin kerja sama dengan perusahaan yang bergerak dalam penempatan pekerja migran, khususnya untuk membuka peluang bagi tenaga kerja terampil dari Sukabumi agar dapat bekerja di berbagai negara, salah satunya Jepang.
“Program Wali Kota konsen terhadap menyelesaikan masalah pengangguran di Kota Sukabumi. Karena ini Politeknik lebih umum dan luas, bukan hanya Kota Sukabumi yang menerima, tetapi juga dari berbagai daerah,” ujar Wali Kota.
Melalui keberadaan LPK Politeknik Sukabumi, Pemerintah Kota Sukabumi berharap semakin banyak masyarakat yang memiliki keterampilan sesuai kebutuhan dunia kerja, sehingga mampu meningkatkan daya saing tenaga kerja sekaligus memperluas kesempatan kerja bagi masyarakat.
| Pewarta | : Agung |
| Dokumentasi | : Agus Rustiawandi |
DOKPIM KOTA SUKABUMI |
|
| Pranata Kehumasan | : Ross Pristianasari |



Posting Komentar
Silakan kirim saran dan komentar anda