Wakil Wali Kota Tutup Program UMKM Naik Kelas

Wakil Wali Kota Sukabumi Bobby Maulana menutup Program UMKM Naik Kelas Tahun 2026 yang diikuti 52 pelaku usaha mikro di Kota Sukabumi.

Program yang berlangsung selama sekitar empat bulan itu memberikan pelatihan dan pendampingan untuk meningkatkan kapasitas usaha, mulai dari pengembangan produk hingga strategi pemasaran.

Kegiatan penutupan berlangsung di Ruang Pertemuan Bank BJB Kantor Cabang Kota Sukabumi, Jumat (11/9/2026).

Program tersebut merupakan kolaborasi yang diinisiasi Pemerintah Provinsi Jawa Barat dengan melibatkan pelaku usaha mikro yang memiliki omzet sekitar Rp100 juta hingga Rp300 juta per tahun.

Selama mengikuti program, peserta mendapatkan pendampingan dalam pembuatan katalog produk, penguatan merek melalui media sosial, strategi pemasaran, serta pengolahan produk yang lebih higienis dan berkualitas.

Pembinaan itu diarahkan untuk membantu pelaku usaha meningkatkan omzet dan mengembangkan skala bisnisnya.

Bobby Maulana mengatakan, kualitas produk yang dihasilkan para peserta menunjukkan peluang untuk berkembang lebih besar.

Ia mencontohkan produk Sachi Fit yang dinilainya memiliki kualitas dan potensi pasar yang baik.

"Dari bentuk-bentuk usahanya serta kualitas produk yang ditampilkan—seperti salah satunya produk Sachi Fit—saya sangat optimis 52 peserta UMKM Kota Sukabumi ini bisa naik kelas. Karena kualitas jualannya sudah sangat baik dan berpotensi besar," kata Bobby.

Ia juga menyoroti semakin terbukanya akses transportasi menuju Kota Sukabumi. Kondisi itu dapat dimanfaatkan pelaku usaha untuk memperluas distribusi dan jangkauan pasar, termasuk ke luar daerah.

Di sisi lain, Bobby menilai media sosial dan jaringan media digital dapat menjadi bagian penting dalam strategi pemasaran UMKM.

Perubahan pola konsumsi informasi membuat promosi produk tidak lagi bergantung pada cara-cara konvensional.

"Promosi menjadi salah satu hal yang c ukup penting di zaman sekarang. Jejaring media di Jawa Barat cukup diperhitungkan dan terkenal kuat, yang bisa menjadi mitra bagi Bapak dan Ibu semua untuk mempromosikan produknya," ujarnya.

Target program ini adalah mendorong pelaku usaha mikro berkembang menuju kategori usaha menengah.

Dengan standar omzet usaha menengah yang berada di atas Rp2 miliar, peningkatan skala usaha membutuhkan penguatan dari berbagai sisi, mulai dari kualitas sumber daya manusia, legalitas, produksi, pemasaran, hingga akses terhadap pasar dan pembiayaan.

Pemerintah Kota Sukabumi berkomitmen memberikan dukungan melalui peningkatan kapasitas sumber daya manusia, fasilitasi legalitas usaha, dan perluasan akses pasar. Pengembangan UMKM juga membutuhkan keterlibatan berbagai unsur melalui kolaborasi pentahelix, yakni pemerintah, perbankan, akademisi, komunitas, media, dan pelaku usaha.

Penutupan Program UMKM Naik Kelas 2026 menjadi bagian dari upaya mendorong pelaku usaha lokal meningkatkan kapasitas dan daya saing. Bagi 52 peserta, pendampingan selama empat bulan menjadi modal awal untuk mengembangkan usaha dari skala mikro menuju tingkat yang lebih besar.

Pewarta : Indah
Dokumentasi : Dede Soleh

DOKPIM KOTA SUKABUMI
Pranata Kehumasan : Ross Pristianasari

0/Komentar

Silakan kirim saran dan komentar anda

Lebih baru Lebih lama

Headline