Kegiatan tersebut turut dihadiri Kepala Dinas Pemuda, Olahraga, dan Pariwisata (Disporapar) Kota Sukabumi beserta jajaran. Sebelumnya, rombongan Syafana Islamic School telah mengikuti kegiatan arung jeram di Citatih dan kemudian melanjutkan perjalanan ke Kota Sukabumi untuk mengikuti rangkaian eduwisata.
Perwakilan Yayasan Syafana Islamic School Ustaz H. Mantazakka, Lc., menyampaikan apresiasi atas sambutan dan fasilitasi yang diberikan Pemerintah Kota Sukabumi. Menurutnya, kunjungan tersebut tidak sekadar menjadi perjalanan wisata, tetapi juga kesempatan bagi para siswa untuk belajar sejarah dan mendapatkan pengalaman langsung di luar lingkungan sekolah.
Ia menjelaskan, dipilihnya Gedung Juang 45 sebagai salah satu lokasi kunjungan menjadi momentum bagi para siswa untuk melakukan napak tilas sejarah perjuangan. Para siswa diajak mengenal tempat yang pernah menjadi bagian dari perjalanan perjuangan mempertahankan kemerdekaan sekaligus mengambil nilai-nilai perjuangan untuk diterapkan dalam kehidupan.
Sementara itu, Bobby Maulana menyampaikan selamat datang kepada seluruh keluarga besar Syafana Islamic School di Kota Sukabumi. Ia mengajak para siswa menikmati seluruh rangkaian perjalanan dengan penuh rasa syukur, sekaligus menjadikan setiap kegiatan sebagai pengalaman dan pembelajaran.
“Atas nama pemerintah dan masyarakat Kota Sukabumi, saya mengucapkan selamat datang kepada keluarga besar Syafana Islamic School. Terima kasih sudah hadir di Kota Sukabumi,” ujar Bobby.
Bobby menekankan bahwa wisata tidak hanya berkaitan dengan kesenangan, tetapi juga menjadi kesempatan untuk mengenal budaya, sejarah, kuliner, dan berbagai potensi daerah. Ia memperkenalkan sejumlah potensi budaya Kota Sukabumi, termasuk bola leutik seuseukeut atau Boles yang telah masuk sebagai warisan budaya tak benda tingkat nasional dan tercatat dalam Museum Rekor Dunia MURI.
Para peserta juga dijadwalkan mengikuti pengalaman mengenal kuliner khas Sukabumi, salah satunya pembuatan mochi. Menurut Bobby, kegiatan tersebut dapat menjadi pengalaman langsung bagi siswa untuk mengenal lebih dekat kekayaan kuliner dan budaya yang berkembang di Kota Sukabumi.
Dalam kesempatan tersebut, Bobby juga mengingatkan para siswa mengenai pentingnya menjaga identitas dan jati diri di tengah perkembangan teknologi digital. Menurutnya, kemajuan teknologi dan kehadiran kecerdasan artifisial memberikan banyak peluang, namun generasi muda tetap perlu mengenal budaya, sejarah, lingkungan, serta akar identitasnya.
Ia mendorong para siswa memanfaatkan media sosial secara positif, antara lain dengan membuat konten edukatif, memperkenalkan potensi daerah, serta membiasakan diri memeriksa fakta dan data sebelum menyebarkan informasi.
“Jadikan media sosial sebagai media untuk mengampanyekan kebaikan, belajar untuk memvalidasi berita, mengecek fakta dan data. Itu penting,” kata Bobby.
Bobby juga mengajak peserta mengenal nilai sejarah Gedung Juang 45 yang menjadi lokasi kegiatan. Ia menjelaskan bahwa bangunan tersebut memiliki perjalanan sejarah panjang dan menjadi salah satu bagian dari jejak perjuangan di Kota Sukabumi. Karena itu, kunjungan ke lokasi bersejarah diharapkan dapat menumbuhkan rasa syukur sekaligus penghargaan terhadap perjuangan para pendahulu.
Menurutnya, eduwisata dapat menjadi sarana membentuk karakter generasi muda melalui pengalaman langsung.
Para siswa didorong untuk aktif bertanya, beradaptasi dengan lingkungan, serta mengambil nilai dari setiap kegiatan yang mereka ikuti.
“Awali segala sesuatu dengan niat yang baik. Niat baik insyaallah hasilnya baik. Tetap fokus, konsisten, komitmen, senantiasa berbuat baik, beramal saleh, dan bersyukur,” pesannya kepada para peserta.
Bobby berharap kunjungan tersebut memberikan pengalaman yang berkesan bagi seluruh peserta sekaligus memperkenalkan Kota Sukabumi sebagai destinasi yang memiliki kekayaan sejarah, budaya, kuliner, dan potensi wisata. Ia juga menyampaikan apresiasi atas kunjungan keluarga besar Syafana Islamic School serta berharap dapat kembali berkunjung ke Kota Sukabumi pada kesempatan berikutnya.
| Pewarta | : Agung |
| Dokumentasi | : Fadhil |
DOKPIM KOTA SUKABUMI |
|
| Pranata Kehumasan | : Ross Pristianasari |



Posting Komentar
Silakan kirim saran dan komentar anda