Penutupan dilakukan sebagai bagian dari upaya mengubah pola pengelolaan sampah dari sekadar mengangkut dan membuang ke tempat pemrosesan akhir menjadi pengelolaan berbasis masyarakat di tingkat lingkungan.
Kegiatan tersebut turut dihadiri Kepala Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Sukabumi beserta jajaran, Ketua RT, masyarakat, serta unsur keamanan setempat.
Dalam kesempatan tersebut juga dilakukan penyerahan gerobak sampah dari DLH kepada masyarakat RT 04/RW 05 untuk mendukung pengelolaan sampah di lingkungan.
Bobby menjelaskan, keberadaan TPS di lokasi tersebut selama ini menimbulkan persoalan karena sampah yang dibuang tidak hanya berasal dari warga sekitar, tetapi juga dari luar wilayah.
Kondisi tersebut mendorong pemerintah bersama masyarakat mengambil langkah untuk menutup TPS dan membangun sistem pengelolaan sampah yang lebih mandiri.
“Ini hari ini masyarakat berkomitmen untuk melakukan pengelolaan sampah secara mandiri, pemilahan sampah dari rumah secara mandiri,” ujar Bobby.
Menurutnya, masyarakat nantinya dapat membentuk satuan tugas di tingkat RT yang bertugas mengangkut sampah dari rumah-rumah warga.
Pengelolaan juga dapat didukung melalui iuran yang disepakati bersama untuk menyediakan sarana pengolahan, termasuk buis yang dapat dimanfaatkan sebagai sumur serapan atau biopori.
Sampah organik dapat dikelola menjadi pupuk dan dimanfaatkan untuk tanaman warga.
Sementara sampah nonorganik dapat dikumpulkan untuk dijual kepada pengepul atau dimanfaatkan menjadi produk seperti ecobrick. Dengan demikian, sampah yang masih memiliki nilai ekonomi dapat memberikan manfaat kembali bagi masyarakat.
Adapun sampah yang tersisa dapat dikelola melalui kerja sama dengan DLH dengan jadwal pengangkutan yang disepakati. Bobby menekankan bahwa dengan sistem tersebut, volume sampah yang harus diangkut pemerintah dapat ditekan karena sebagian besar telah diselesaikan di tingkat lingkungan.
“Jadi kebudayaan masyarakat yang tadinya buang, angkut, buang ke TPA, berubah menjadi pengelolaan di masyarakat, di lingkungan wilayah.
Gerobak sebagai pengganti untuk mengangkutnya ke depan,” jelasnya.
Bobby juga menyampaikan bahwa Pemerintah Kota Sukabumi tengah mempercepat penyiapan mesin insinerator berkapasitas lima ton yang direncanakan ditempatkan di Kelurahan Cisarua, Kecamatan Cikole. Mesin tersebut nantinya diharapkan dapat mendukung pengolahan sampah dari sejumlah kelurahan di wilayah Cikole setelah melalui proses pemilahan dan pengolahan di TPS 3R.
Selain itu, pada 2027 Pemkot Sukabumi akan mengupayakan pengadaan mesin serupa di kecamatan lainnya. Pemerintah menyiapkan berbagai opsi pengelolaan, sementara masyarakat dapat memilih pola yang sesuai, seperti mengolah sampah organik melalui biopori, menyetorkan sampah bernilai ekonomi ke bank sampah, atau mengelola sampah melalui TPS 3R.
“Pemerintah menyiapkan opsi, masyarakat punya pilihan. Yang penting sampah selesai di wilayah masing-masing, tidak lagi diangkut ke TPA Cikundul,” tegas Bobby.
Menurut Bobby, langkah tersebut penting karena kapasitas TPA Cikundul sudah semakin terbatas. Selama ini pemerintah harus mengeluarkan anggaran besar untuk melakukan rekayasa agar pembuangan sampah tetap dapat berlangsung. Karena itu, penyelesaian sampah dari sumber dan di wilayah masing-masing menjadi kebutuhan yang harus dimulai sekarang.
Bobby juga meminta agar pengalokasian anggaran pemerintah semakin diarahkan pada program yang manfaatnya dapat dirasakan langsung masyarakat.
Pengadaan sarana seperti gerobak, keranjang sampah, serta peralatan pendukung lainnya dinilai lebih penting untuk memperkuat sistem pengelolaan sampah di lingkungan.
Ia mengajak masyarakat, aparatur wilayah, dan seluruh unsur terkait untuk bersama-sama menjaga keberlanjutan sistem tersebut.
Penutupan TPS di Cipoho diharapkan menjadi langkah awal perubahan budaya pengelolaan sampah, dari kebiasaan membuang menjadi memilah, mengolah, dan menyelesaikan sampah sedekat mungkin dengan sumbernya.
| Pewarta | : Agung |
| Dokumentasi | : Agus R |
DOKPIM KOTA SUKABUMI |
|
| Pranata Kehumasan | : Ross Pristianasari |



Posting Komentar
Silakan kirim saran dan komentar anda