Ia menegaskan, Pemerintah Kota Sukabumi akan menanggung pengobatan warga yang terdeteksi mengidap TBC hingga dinyatakan sembuh. Langkah ini menjadi bagian dari upaya memperluas deteksi dini sekaligus memastikan pasien mendapatkan penanganan secara tuntas.
“Apabila ditemukan nanti masyarakat yang terkena penyakit TBC, kita akan rawat, kasih obat sampai tuntas. Pemkot akan memberi obat gratis, gratis,” tegas H. Ayep Zaki.
Ia menyampaikan, terdapat lebih dari 900 kasus TBC yang menjadi target penanganan. Sementara itu, dari 9.300 sasaran lokasi kontak yang perlu ditelusuri, sekitar 4.000 telah menjalani tracing.
Karena itu, upaya penelusuran kontak dan pemeriksaan kesehatan terus dilakukan untuk menemukan kasus sedini mungkin.
Dalam kesempatan yang sama, Ayep menyerahkan secara simbolis satu unit mobil ambulans baru untuk mendukung pelayanan kesehatan di Kelurahan Tipar.
Ambulans tersebut akan digunakan untuk pelayanan rujukan darurat serta menunjang operasional Puskesmas Tipar dalam menjangkau masyarakat yang membutuhkan layanan kesehatan.
Kunjungan kerja tersebut turut didampingi Kepala Dinas Kesehatan Kota Sukabumi, Ida Halimah, S.KM., M.Si. Penguatan deteksi dini TBC dan dukungan sarana ambulans menjadi bagian dari upaya pemerintah daerah dalam memperluas akses pelayanan kesehatan bagi masyarakat.
| Pewarta | : Zauharah |
| Dokumentasi | : Agus R |
DOKPIM KOTA SUKABUMI |
|
| Pranata Kehumasan | : Ross Pristianasari |



Posting Komentar
Silakan kirim saran dan komentar anda