Kegiatan tersebut turut dihadiri Sekretaris Dinas Koperasi, UKM, Perindustrian, dan Perdagangan (Diskumindag) Kota Sukabumi, jajaran pengurus Dekranasda, serta para pelaku usaha kerajinan di wilayah Kota Sukabumi.
Dalam sambutannya, Ranty Rachmatilah menjelaskan peran Dekranasda sebagai mitra strategis pemerintah daerah dalam mendorong, membina, dan mengembangkan sektor kerajinan. Ia menegaskan bahwa Dekranasda hadir sebagai jembatan yang menghubungkan kreativitas para pengrajin dengan kebutuhan pasar dan pembeli.
Ranty menyampaikan bahwa Kota Sukabumi telah memiliki bangunan atau galeri Dekranasda yang diharapkan dapat berfungsi sebagai etalase produk kerajinan serta ruang promosi bagi para pengrajin Kota Sukabumi, termasuk dalam menyambut kunjungan tamu dari berbagai daerah maupun mancanegara.
Sebagai Ketua Dekranasda, Ranty menyatakan komitmennya untuk melakukan pendataan terhadap seluruh wilayah di Kota Sukabumi yang memiliki potensi kerajinan sebagai bagian dari ikhtiar memperkuat pembinaan pengrajin secara menyeluruh.
Ia menjelaskan bahwa bidang kerajinan yang menjadi fokus pembinaan Dekranasda terdiri dari tujuh jenis, yakni kerajinan tekstil, anyaman, kayu, logam, kulit, batu, dan keramik. Menurutnya, kualitas sebuah produk tidak akan mengkhianati hasil apabila dikerjakan dengan kesungguhan, konsistensi, dan standar mutu yang baik.
Dalam kesempatan tersebut, Ranty menyinggung keberadaan Lembaga Kaligrafi Al-Qur’an (LEMKA) yang berada di Kota Sukabumi dan telah dikenal hingga tingkat internasional. Keberadaan LEMKA dinilai menjadi contoh bahwa Kota Sukabumi memiliki potensi kreativitas dan karya seni bernilai tinggi yang mampu menembus panggung global.
Lebih lanjut, Ranty menyampaikan bahwa sektor kriya memiliki kontribusi penting terhadap perekonomian daerah. Namun demikian, ia mengakui masih terdapat sejumlah tantangan yang dihadapi para pengrajin, di antaranya persaingan dengan produk massal dan impor, keterbatasan pemasaran, kebutuhan peningkatan kualitas produk, akses terhadap bahan baku, serta standarisasi produk.
Untuk menjawab tantangan tersebut, Dekranasda Kota Sukabumi akan memperkuat kolaborasi dengan berbagai pihak, termasuk Dekranasda sektor fesyen dan pelaku UMKM. Program yang akan didorong antara lain pelatihan kriya, penguatan pengendalian mutu, digitalisasi dan pemasaran produk, serta pengembangan kemitraan.
Selain itu, Ranty menekankan pentingnya penguatan identitas produk dan nilai budaya sebagai ciri khas daerah. Ia menilai bahwa tantangan yang dihadapi saat ini bukanlah penghalang, melainkan pintu menuju lahirnya kreativitas dan inovasi baru.
Ia juga menegaskan pentingnya proses kurasi dengan kriteria khusus agar produk yang ditampilkan dan dipromosikan merupakan karya terbaik dari para pengrajin di seluruh kelurahan dan kecamatan di Kota Sukabumi.
Dalam kegiatan tersebut, para pengrajin diberikan kesempatan untuk memperkenalkan produk unggulannya masing-masing. Sejumlah produk bahkan telah menembus pasar luar negeri, menunjukkan besarnya potensi kerajinan Kota Sukabumi untuk terus berkembang dan berdaya saing.
Pewarta : Endah
Dokumentasi : Dede Soleh Saepul
DOKPIM KOTA SUKABUMI
Pranata Kehumasan
Ross Pristianasari



Posting Komentar
Silakan kirim saran dan komentar anda