Kegiatan tersebut dihadiri Wakil Wali Kota Sukabumi Bobby Maulana, Sekretaris Daerah Kota Sukabumi, para Kepala SKPD, para camat, Lurah, serta pegawai di lingkungan Setda Kota Sukabumi.
Dalam amanatnya, Wali Kota Sukabumi menegaskan bahwa peringatan Hari Peduli Sampah Nasional harus menjadi momentum perubahan pola pikir aparatur sipil negara (ASN) dalam bekerja, dari sekadar rutinitas menjadi berorientasi pada produktivitas, efektivitas, dan efisiensi.
Ia mengajak seluruh jajaran untuk bersama-sama “berperang” melawan persoalan sampah melalui langkah nyata dan terukur.
Sebagai bentuk komitmen, Pemerintah Kota Sukabumi secara simbolis menyerahkan 7 unit motor pengangkut sampah yang didistribusikan kepada tujuh kecamatan di Kota Sukabumi guna memperkuat sistem pengelolaan sampah di tingkat wilayah.
Selain itu, pemerintah daerah juga akan merealisasikan pembangunan satu TPS 3R (Reduce, Reuse, Recycle) dalam waktu dekat untuk mengolah sampah menjadi RDF (Refuse Derived Fuel).
Wali Kota menjelaskan bahwa hasil olahan RDF tersebut direncanakan dapat dimanfaatkan sebagai bahan bakar alternatif dan telah dilakukan komunikasi dengan pihak PLTU Palabuhanratu terkait potensi kerja sama.
Pemerintah Kota Sukabumi juga akan menambah satu mesin pengering dengan target kadar kekeringan sampah di bawah 14 persen guna meningkatkan kualitas hasil pengolahan.
Melalui berbagai langkah strategis tersebut, Pemerintah Kota Sukabumi optimistis persoalan sampah yang mencapai sekitar 180 ton per hari dapat ditangani secara bertahap dan berkelanjutan.
Peringatan Hari Peduli Sampah Nasional diharapkan menjadi penguat komitmen bersama dalam mewujudkan Kota Sukabumi yang bersih, sehat, dan berkelanjutan.
| Pewarta | : Agung |
| Dokumentasi | : Agus R |
DOKPIM KOTA SUKABUMI |
|
| Pranata Kehumasan | : Ross Pristianasari |



Posting Komentar
Silakan kirim saran dan komentar anda