Dalam sambutannya, Bobby Maulana menyampaikan apresiasi dan dukungan penuh terhadap penyelenggaraan festival ini. Ia menegaskan bahwa pencak silat merupakan warisan budaya bangsa yang sarat nilai-nilai luhur.
"Pencak silat merupakan warisan budaya bangsa Indonesia yang telah diakui dunia. Di dalamnya terkandung nilai-nilai luhur seperti kedisiplinan, keberanian, kejujuran, persaudaraan, serta penghormatan terhadap guru dan sesama," ujar Bobby Maulana.
Ia juga berharap melalui kegiatan ini akan lahir pesilat-pesilat berbakat yang tidak hanya unggul dalam teknik dan seni, tetapi juga berakhlak mulia serta mampu membawa nama baik Sukabumi di tingkat regional, nasional, hingga internasional.
Bobby Maulana juga menyoroti rencana pembukaan Tol Bocimi seksi 3 yang dinilai akan membuka arus transformasi di Kota Sukabumi.
"Pembukaan Tol Bocimi seksi 3 akan membuka arus transformasi di Kota Sukabumi. Maka bentuk acara seperti ini adalah bentuk kolaborasi nyata dalam menghadapi transformasi di waktu mendatang. IPSI hadir agar mencetak generasi yang lebih sportif dan membangun iklim positif," tegasnya.
Ketua panitia, Sabrina Ristawan, melaporkan bahwa antusiasme terhadap kegiatan ini sangat tinggi sebagai bentuk penghargaan terhadap budaya Sunda.
Ia menjelaskan bahwa agenda ini merupakan kegiatan padepokan Sang Saka Buana untuk menjunjung martabat bangsa, karena pencak silat adalah warisan leluhur yang harus dilestarikan.
Sementara itu, Ketua IPSI Kota Sukabumi, H.M. Muraz, menegaskan komitmen kota Sukabumi untuk fokus melestarikan pencak silat.
"Para pesertanya hari ini adalah anak-anak yang harus ditumbuhkan rasa cintanya kepada budaya kita sendiri. Untuk itu, kita ingin prestasi silat bisa sampai ke tingkat nasional. Ini menjadi tantangan bagi Kota Sukabumi ke depan," ujarnya.
| Pewarta | : Kang Warsa |
| Dokumentasi | : Agus R |
DOKPIM KOTA SUKABUMI |
|
| Pranata Kehumasan | : Ross Pristianasari |




Posting Komentar
Silakan kirim saran dan komentar anda