Program yang menyediakan berbagai kebutuhan pokok dengan harga terjangkau itu menjadi salah satu upaya pemerintah daerah dalam menjaga daya beli masyarakat sekaligus mengendalikan laju inflasi.
Kegiatan tersebut mendapat perhatian langsung dari Wakil Wali Kota Sukabumi Bobby Maulana yang hadir meninjau pelaksanaan GPM.
Dalam kesempatan itu, ia tidak hanya melihat proses distribusi bahan pangan, tetapi juga berdialog secara langsung dengan warga untuk mendengarkan berbagai aspirasi dan masukan terkait kebutuhan pokok serta kondisi ekonomi masyarakat.
Bobby menuturkan, Gerakan Pangan Murah merupakan bagian dari strategi Pemerintah Kota Sukabumi dalam menjaga stabilitas harga kebutuhan masyarakat. Langkah ini menjadi penting di tengah dinamika ekonomi yang berpotensi memengaruhi harga sejumlah komoditas di pasaran.
“Ini merupakan salah satu upaya Pemerintah Kota Sukabumi dalam pengendalian inflasi sekaligus menjaga kestabilan harga kebutuhan masyarakat,” ujar Bobby saat meninjau kegiatan.
Ia menjelaskan, upaya pengendalian inflasi yang dilakukan Kota Sukabumi mendapat apresiasi dari pemerintah pusat.
Kota Sukabumi memperoleh insentif fiskal sebesar Rp2 miliar sebagai penghargaan atas kinerja pengendalian inflasi daerah.
Dana tersebut, kata Bobby, akan dimanfaatkan untuk mendukung berbagai program prioritas pemerintah daerah.
Sebagian anggaran dialokasikan untuk pengelolaan sampah, sedangkan sisanya digunakan untuk memperkuat program pengendalian inflasi di Kota Sukabumi.
“Alhamdulillah Kota Sukabumi mendapatkan insentif sekitar Rp2 miliar. Sebagian digunakan untuk pengelolaan sampah dan sisanya untuk mendukung pengendalian inflasi daerah,” katanya.
Bobby menilai kondisi ketahanan pangan di Kota Sukabumi hingga pertengahan tahun 2026 masih berada dalam kategori aman.
Meskipun Kota Sukabumi tidak memiliki sumber produksi pangan yang besar seperti daerah agraris lainnya, kebutuhan masyarakat sejauh ini masih dapat terpenuhi dengan baik melalui pasokan dari berbagai daerah penyangga.
Bobby menjelaskan, ketersediaan bahan pangan pokok selama tahun 2025 hingga memasuki 2026 relatif terjaga.
Karena itu, pemerintah daerah terus memperkuat koordinasi dengan berbagai pihak guna memastikan rantai distribusi berjalan lancar dan tidak menimbulkan gejolak harga.
Di sisi lain, Bobby mengingatkan bahwa inflasi tidak hanya dipengaruhi oleh harga bahan pangan. Sejumlah komponen lain, termasuk produk konsumsi seperti rokok dan kebutuhan nonpangan tertentu, turut memberikan kontribusi terhadap tingkat inflasi daerah.
Karena itu, pengendalian inflasi memerlukan pendekatan yang lebih menyeluruh, tidak hanya berfokus pada ketersediaan pangan tetapi juga pemantauan terhadap berbagai komoditas yang memengaruhi indeks harga konsumen.
Pelaksanaan Gerakan Pangan Murah di Kecamatan Cibeureum pun mendapat sambutan positif dari masyarakat. Sejumlah warga memanfaatkan kesempatan tersebut untuk memperoleh kebutuhan pokok dengan harga yang lebih terjangkau dibandingkan harga pasar.
Salah seorang warga, Marlina, mengaku terbantu dengan adanya kegiatan tersebut. Menurutnya, program semacam ini sangat dirasakan manfaatnya oleh masyarakat, terutama di tengah kebutuhan rumah tangga yang terus meningkat.
Ia berharap Pemerintah Kota Sukabumi dapat terus melaksanakan Gerakan Pangan Murah secara berkala dan menjangkau lebih banyak wilayah sehingga manfaatnya dapat dirasakan oleh masyarakat yang lebih luas.
Pemerintah Kota Sukabumi menilai Gerakan Pangan Murah tidak hanya menjadi instrumen pengendalian inflasi, tetapi juga bentuk kehadiran pemerintah di tengah masyarakat.
Melalui program tersebut, pemerintah berupaya memastikan kebutuhan pokok tetap terjangkau sekaligus menjaga stabilitas ekonomi daerah.
Dengan kondisi ketahanan pangan yang dinilai masih aman serta dukungan berbagai program pengendalian inflasi, Pemkot Sukabumi optimistis stabilitas harga kebutuhan masyarakat dapat terus terjaga hingga akhir tahun.
Upaya itu diharapkan mampu menjaga daya beli warga sekaligus memperkuat ketahanan ekonomi daerah di tengah berbagai tantangan yang masih dihadapi.
| Pewarta | : Kang Warsa |
| Dokumentasi | : Dede Soleh |
DOKPIM KOTA SUKABUMI |
|
| Pranata Kehumasan | : Ross Pristianasari |




Posting Komentar
Silakan kirim saran dan komentar anda