Ketua TP-PKK: Ketangguhan Emosional Kader, Fondasi UMKM Naik Kelas

“Mari kita menjadikan diri ini memiliki mindset positif. Membangun pola pikir seperti ini memang membutuhkan proses panjang, kesabaran, serta keikhlasan. Namun, hidup harus terus berjalan dan kita wajib menyikapinya dengan pikiran yang selalu positif.”

Pernyataan tersebut ditegaskan oleh Ketua TP-PKK Kota Sukabumi, Ranty Rachmatilah, saat membuka secara resmi kegiatan pemberdayaan kader pada Senin (31/8/2026) siang.

Acara yang mengusung tema "Kader Cerdas, PKK Kuat, UMKM Naik Kelas untuk Sukabumi Bercahaya" ini diselenggarakan di Aula Kelurahan Cikundul, dengan dihadiri oleh 24 kader PKK.

Momentum strategis ini turut dihadiri oleh Camat Lembursitu Martha Galuh Budianti, Lurah Cikundul Ateng Jaelani, jajaran Ketua TP-PKK tingkat kecamatan dan kelurahan, serta narasumber dari Pokja II TP-PKK Kota Sukabumi.

Dalam laporannya, Lurah Cikundul, Ateng Jaelani, memaparkan bahwa dua puluh empat peserta yang hadir merupakan representasi dari 10 Rukun Warga (RW) di wilayah Cikundul.

Sasaran utama dari pemberdayaan masyarakat ini difokuskan pada penguatan kapasitas. Langkah pembinaan ini dirancang agar para perempuan yang bergerak di sektor wirausaha mampu menaikkan skala bisnisnya dan tampil lebih kompetitif.

Guna mencapai target bisnis tersebut, Ranty Rachmatilah menyoroti krusialnya kemampuan adaptasi di tengah pusaran arus globalisasi.

Para kader dituntut untuk selalu mau belajar, bertumbuh, serta mengaplikasikan kreativitas dan inovasi dalam strategi pemasaran pemasaran usaha.

Semangat gotong royong dengan masyarakat harus senantiasa dijaga agar kehadiran kader mampu membangun keteladanan nyata di lapangan.

Menyelami realitas sosial, para kader PKK dipastikan berhadapan dengan ragam karakter masyarakat yang sangat kompleks.

Sering kali, dinamika kedewasaan warga tidak selalu sejalan dengan usianya. Untuk mengurai tantangan tersebut, penguasaan kecerdasan emosional atau Emotional Quotient (EQ) menjadi instrumen yang mutlak harus dimiliki oleh setiap anggota PKK.

“Orang yang memiliki kecerdasan emosi akan berpikir secara matang sebelum bertindak dan tidak mudah reaktif terhadap suatu hal yang belum terkonfirmasi kebenarannya. Saat empati terbentuk, kita bisa membangun komunikasi efektif dengan pihak mana pun,” papar Ranty memberikan penekanan.

Kecerdasan mengelola emosi tersebut harus diiringi dengan ketangguhan mental dan sikap pantang menyerah. Kekecewaan acap kali muncul saat berinteraksi, dan untuk mencegahnya, para kader disarankan agar tidak menggantungkan ekspektasi berlebih kepada orang lain.

Setiap proses kehidupan wajib dihadapi dengan keberanian dan dijadikan landasan berpijak untuk memecahkan ragam tantangan organisasi maupun kemasyarakatan.

Fondasi dari seluruh pergerakan organisasi ini pada akhirnya bermuara pada stabilitas kesehatan mental para pelakunya.

Mengelola stres secara tepat dan menumbuhkan rasa syukur merupakan akar utama dari kesehatan kejiwaan yang prima.

“Sebelum kita membahagiakan orang lain, bahagiakanlah diri sendiri terlebih dahulu. Cari kebahagiaan itu oleh diri kita sendiri, sambil terus menjaga kebugaran fisik dan kejernihan pikiran,” imbau Ranty kepada seluruh peserta.

Di tengah kebijakan efisiensi birokrasi, setiap program kegiatan kini dikurasi dan dialokasikan secara presisi agar memberikan dampak yang riil.

Pembenahan pola pikir dan ketahanan mental para kader ini diproyeksikan menjadi mesin pendorong bagi dua sasaran paling vital di Kota Sukabumi saat ini yaitu percepatan penurunan angka stunting dan penyelamatan struktur ekonomi bagi keluarga rentan.

Pewarta : Kang Warsa
Dokumentasi : Ihsan

DOKPIM KOTA SUKABUMI
Pranata Kehumasan : Ross Pristianasari

0/Komentar

Silakan kirim saran dan komentar anda

Lebih baru Lebih lama

Headline