Optimalisasi Peran Kader PKK dan Posyandu Karangtengah, Integrasi 6 SPM untuk Kesejahteraan Keluarga

Ketua Tim Penggerak PKK Kota Sukabumi, Ranty Rachmatilah, menegaskan pentingnya memperkokoh peran PKK dan Posyandu sebagai garda terdepan pemberdayaan masyarakat, penurunan stunting, serta peningkatan kesejahteraan keluarga di tengah keterbatasan anggaran dan tantangan lingkungan saat ini.

"Kegiatan penguatan kapasitas kader TP PKK dan Posyandu Kelurahan Karang Tengah yang terintegrasi enam Standar Pelayanan Minimal ini merupakan langkah nyata untuk membangun karakter kader yang berpikiran positif, terus belajar, mengutamakan gotong royong, kreatif, inovatif, serta memiliki ketangguhan mental dan keteladanan," kata Ranty saat menyampakan arahan di Kelurahan Karangtengah, Gunungpuyuh, Kota Sukabumi, Rabu (26/8/2026).

Ranty mengingatkan seluruh kader untuk senantiasa mewaspadai penyebaran hoax yang ditandai dengan informasi tanpa sumber jelas, judul berlebihan, serta memicu emosi karena berdampak buruk pada kesehatan mental dan hubungan sosial.

"Kader PKK harus menjadi sosok ibu yang cerdas dan bijak. Selalu cek fakta dan konfirmasi kepada pihak berwenang sebelum menyebarkan berita, serta pegang teguh prinsip bijak sebelum berbagi, sharing before shearing," tegasnya.

Ia juga menekankan pentingnya kecerdasan emosional dan pengelolaan kesehatan mental di lingkungan keluarga.

"Bersyukur adalah akar dari kesehatan mental. Hentikan kebiasaan membandingkan harta, pencapaian, status sosial, maupun penampilan fisik dengan orang lain agar kita tidak terjebak dalam rasa iri hati dan pola keyakinan masa lalu yang tidak mendukung," ujar Ranty.

Mengenai pengelolaan keuangan, Ranty menginstruksikan agar alokasi anggaran difokuskan secara tepat sasaran pada kebutuhan mendesak masyarakat.

"Di tengah keterbatasan anggaran, alokasi dana harus kita prioritaskan pada dua titik paling vital, yaitu kesehatan balita untuk penurunan angka stunting serta penyelamatan ekonomi bagi keluarga rentan," ucapnya.

Lebih lanjut, Ranty memaparkan integrasi enam Standar Pelayanan Minimal yang menjadi domain kerja kader di lapangan.

Integrasi tersebut meliputi sektor pendidikan melalui pemantauan tumbuh kembang anak dan PAUD, sektor kesehatan lewat layanan dasar ibu hamil dan balita, serta sektor pekerjaan umum untuk menjamin akses air bersih dan sanitasi.

Sektor perumahan rakyat diwujudkan melalui rumah layak huni dan program kampung bersih.

"Lingkungan yang kotor dapat memicu infeksi berulang yang membuat nutrisi anak terbuang sehingga menyebabkan stunting. Oleh karena itu, gerakan bank sampah, pupuk organik, kebun lingkungan, serta gotong royong Jumat Bersih dan Minggu Bersih harus dijadikan gaya hidup," terangnya.

Selain itu, integrasi juga mencakup sektor trantibumlinmas untuk keamanan lingkungan dan perlindungan anak dari kekerasan, serta sektor sosial berupa penyaluran bantuan dan rujukan kesejahteraan bagi warga yang membutuhkan.

"Setiap kader harus mampu memberikan informasi yang tepat, mengambil keputusan yang tepat, dan melakukan pemetaan masalah kebersihan serta kesehatan di wilayah RW masing-masing," tambahnya.

Mengakhiri arahannya, Ranty menyampaikan optimisme bahwa kader di tingkat kelurahan merupakan ujung tombak perubahan sosial.

"Kader TP PKK dan Posyandu Kelurahan Karang Tengah adalah pilar utama pembangunan di tingkat akar rumput. Dengan mental yang tangguh, informasi yang benar, alokasi dana tepat sasaran, dan kerja sama yang erat, kita mampu mewujudkan masyarakat yang sejahtera. Mari kita terus berkreasi, bergerak tanpa menunggu, dan tetap berdaya di tengah keterbatasan demi keluarga yang lebih baik dan lingkungan yang kondusif," pungkas Ranty.

Pewarta : Indah-Ocha
Dokumentasi : Ihsan

DOKPIM KOTA SUKABUMI
Pranata Kehumasan : Ross Pristianasari

0/Komentar

Silakan kirim saran dan komentar anda

Lebih baru Lebih lama

Headline