Mengusung tema “Dari Cinta Menjadi Karya: Meneladani Rasulullah SAW dalam Menggerakkan Kebaikan, Kolaborasi dan Perubahan,” kegiatan tersebut menjadi momentum untuk memperkuat kecintaan kepada Rasulullah SAW sekaligus menerjemahkannya melalui keteladanan, ilmu dan amal dalam kehidupan sehari-hari.
Peringatan Maulid Nabi tidak hanya dimaknai sebagai kegiatan seremonial, tetapi juga sebagai ruang untuk kembali mempelajari dan mengamalkan akhlak Rasulullah SAW dalam kehidupan bermasyarakat.
Ketua Harian DKM Masjid Agung Kota Sukabumi, H. Totong Suparman menyampaikan bahwa menuntut ilmu merupakan kewajiban yang perlu dilakukan dengan kesadaran. Karena itu, kegiatan Maulid Nabi yang rutin dilaksanakan setiap tahun diharapkan dapat menjadi sarana memperkuat pemahaman keagamaan sekaligus membangun akhlak jamaah.
Menurutnya, Rasulullah SAW telah memberikan teladan dalam menjalankan berbagai aktivitas kehidupan dengan akhlak yang mulia. Nilai tersebut perlu diwujudkan dalam kehidupan sehari-hari, termasuk menjaga kejujuran, mencegah kemungkaran, saling menasihati dalam kebaikan dan membangun lingkungan yang lebih baik.
“Peringatan Maulid ini jangan hanya menjadi kegiatan seremonial. Yang lebih penting adalah bagaimana nilai-nilai akhlak Rasulullah dapat kita hadirkan dalam kehidupan sehari-hari, sehingga kecintaan kepada Rasulullah benar-benar diwujudkan melalui ilmu dan pengamalan,” ujarnya.
Sementara itu, Wakil Wali Kota Sukabumi Bobby Maulana mengawali sambutannya dengan mengajak seluruh jamaah bershalawat, salah satunya melalui Shalawat Tibbil Qulub.
Bobby menyampaikan bahwa tema “Dari Cinta Menjadi Karya” sangat relevan dengan kehidupan saat ini. Kecintaan kepada Rasulullah SAW tidak cukup hanya diwujudkan melalui peringatan Maulid, tetapi harus tercermin dalam akhlak dan perilaku umat dalam menghadapi berbagai tantangan kehidupan.
Salah satu keteladanan Rasulullah SAW yang menurutnya penting diterapkan dalam kehidupan sehari-hari adalah kemampuan mengendalikan emosi dan menahan amarah. Marah merupakan hal yang manusiawi, namun manusia harus mampu mengendalikan diri sebelum emosi tersebut berkembang menjadi tindakan yang merugikan.
“Belajar menahan emosi menjadi bagian penting dalam kehidupan kita. Marah itu manusiawi, tetapi bagaimana kita mampu menahan diri sebelum emosi itu meledak, di situlah kita belajar meneladani Rasulullah SAW,” ungkapnya.
Bobby juga mengapresiasi DKM Masjid Agung beserta seluruh panitia yang telah menghadirkan ruang positif bagi masyarakat, baik dalam kehidupan keagamaan maupun sosial. Masjid, menurutnya, tidak hanya menjadi tempat ibadah, tetapi juga dapat menjadi ruang pembelajaran, silaturahmi, kepedulian dan penguatan persaudaraan.
Ia berharap momentum Maulid Nabi Muhammad SAW 1448 H dapat menerjemahkan kecintaan kepada Rasulullah SAW menjadi karya nyata, mulai dari memperkuat kepedulian sosial, meningkatkan kualitas pendidikan, menjaga persaudaraan, membantu masyarakat yang membutuhkan hingga menghadirkan perubahan positif di lingkungan sekitar.
“Semoga peringatan ini semakin menumbuhkan kecintaan kita kepada Rasulullah SAW, memperkuat ukhuwah dan menggerakkan kita untuk terus menghadirkan kebaikan bagi sesama,” harapnya.
Peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW 1448 H di Masjid Agung Kota Sukabumi diharapkan semakin memperkuat sinergi antara pemerintah, tokoh agama, pengurus masjid dan masyarakat dalam membangun Kota Sukabumi yang tidak hanya maju dalam pembangunan, tetapi juga kuat dalam nilai keagamaan, kepedulian sosial dan semangat gotong royong.
| Pewarta | : Indah |
| Dokumentasi | : Agus R |
DOKPIM KOTA SUKABUMI |
|
| Pranata Kehumasan | : Ross Pristianasari |



Posting Komentar
Silakan kirim saran dan komentar anda