kunjungan ini mempertegas komitmen Pemerintah Kota Sukabumi dalam mendorong kualitas SDM dan menekan angka pengangguran terbuka.
Dalam peninjauannya Bobby mengapresiasi keberhasilan SMAN 5 Kota Sukabumi yang meluncurkan program vokasi khusus bagi siswa yang berminat langsung bekerja ke Jepang usai lulus.
Program ini dirancang tanpa mengubah struktur kurikulum nasional, namun memberikan pengayaan berupa penambahan jam belajar bahasa Jepang secara intensif sejak kelas 10.
Ini merupakan sebuah terobosan dan inovasi yang luar biasa. Saat ini tingkat pengangguran terbuka Kota Sukabumi berada di peringkat ketiga se-Jawa Barat.
Lewat kolaborasi strategis antara sekolah, LPK, Disnaker, dan perusahaan di Jepang, kita optimis angka pengangguran dapat terus ditekan secara signifikan," ujarnya.
Selain aspek ketenagakerjaan, kunjungan ini juga menyoroti pentingnya penanaman nilai sejarah dan seni budaya lokal.
Saat ini tengah digulirkan program pertunjukan Roadshow Warisan Budaya Takbenda (WBTb) ke sekolah-sekolah tingkat SMA/SMK se-Kota Sukabumi, bekerja sama dengan Kementerian Kebudayaan dan Dinas Kebudayaan Provinsi Jawa Barat.
Pemerintah Kota Sukabumi berharap kegiatan edukasi budaya ini dapat membentuk karakter generasi muda yang tangguh, berdaya saing global, namun tetap berakar kuat pada kearifan lokal.
"Kita ingin melahirkan generasi emas yang siap bersaing di kancah internasional tanpa kehilangan jati diri dan kecintaannya terhadap budaya bangsa," pungkas Bobby.
| Pewarta | : Esty |
| Dokumentasi | : Agus R |
DOKPIM KOTA SUKABUMI |
|
| Pranata Kehumasan | : Ross Pristianasari |



Posting Komentar
Silakan kirim saran dan komentar anda