Kegiatan tersebut dihadiri Ketua BMPS Provinsi Jawa Barat Dr. H. R. Agus Sriyanta, M.Pd., perwakilan KCD Wilayah V Provinsi Jawa Barat, perwakilan Dinas Pendidikan Kota Sukabumi, Ketua BMPS Kota Sukabumi Dr. Asep Deni, Ketua BMPS Kabupaten Sukabumi Ir. H. Yusuf Maulana, Ketua BMPS Kabupaten Cianjur H. Mohamad Toha, M.Pd.I., perwakilan BJB, Direktur Intel Indonesia Tomi Perdianto, Manajer Edukasi Acer Indonesia Toni Triyono, pimpinan Intan Pariwara, pimpinan Asa Kreasi Inter Asia, serta Ketua Yayasan Islam Al-Azhar Hj. Maryati Hilman.
Dalam sambutannya, H. Ayep Zaki menegaskan bahwa pendidikan merupakan bagian penting dalam kehidupannya sekaligus menjadi fondasi utama dalam membangun sumber daya manusia.
Ia menyampaikan pengalamannya sebagai praktisi pendidikan dengan mengelola 21 lembaga pendidikan, mulai dari PAUD, SMP, SMA, politeknik, LPK, LSP hingga LP3H.
Menurutnya, keberadaan perguruan swasta memiliki peran strategis karena mampu menghadirkan inovasi dan pendidikan berkualitas melalui kepemimpinan, kompetensi, serta integritas para pengelolanya.
Ia juga mendorong BMPS untuk terus memperkuat kolaborasi dengan pemerintah dalam menghadapi perubahan dan tantangan dunia pendidikan.
H. Ayep Zaki uga menyoroti pentingnya pemanfaatan teknologi, termasuk coding dan artificial intelligence (AI), dalam pengembangan pendidikan dan tata kelola pemerintahan.
Ia menyampaikan bahwa Pemerintah Kota Sukabumi tengah mendorong pemanfaatan teknologi untuk menghadirkan data secara real time, termasuk terkait ketenagakerjaan, stunting, kemiskinan, serta kondisi sosial masyarakat.
Selain itu, ia menekankan perlunya perubahan pendekatan dalam menyelesaikan persoalan pengangguran, kemiskinan ekstrem, dan stunting. Menurutnya, anggaran penanganan persoalan tersebut harus lebih diarahkan kepada masyarakat yang menjadi sasaran program, sehingga manfaatnya benar-benar dirasakan secara langsung.
Lebih lanjut, H. Ayep Zaki menyampaikan sejumlah upaya Pemerintah Kota Sukabumi dalam memperkuat pendidikan dan membuka akses kerja, termasuk program pelatihan keterampilan bagi calon pekerja migran yang disiapkan melalui pendidikan selama enam bulan hingga memperoleh sertifikasi kompetensi.
Ia berharap program tersebut dapat diperluas kepada lulusan SMK di Kabupaten Sukabumi dan Kabupaten Cianjur serta menjadi model kolaborasi pendidikan dan ketenagakerjaan di Jawa Barat.
Ia menegaskan bahwa pendidikan merupakan kunci dalam memutus mata rantai kebodohan, kemiskinan, pengangguran, dan stunting. Raker DPW BMPS Jawa Barat Wilayah I yang meliputi Kota Sukabumi, Kabupaten Sukabumi, dan Kabupaten Cianjur tersebut kemudian secara resmi dibuka.
| Pewarta | : Husen |
| Dokumentasi | : Dede Soleh |
DOKPIM KOTA SUKABUMI |
|
| Pranata Kehumasan | : Ross Pristianasari |



Posting Komentar
Silakan kirim saran dan komentar anda