Kegiatan tersebut turut dihadiri Ketua TP PKK sekaligus Bunda PAUD Kota Sukabumi Ranty Rachmatilah, Ketua Pengurus Daerah HIMPAUDI Kota Sukabumi beserta jajaran pengurus dan panitia, serta para pendidik dan tenaga kependidikan (PTK) anak usia dini se-Kota Sukabumi.
Dalam kesempatan tersebut, Wali Kota Sukabumi H Ayep Zaki menyampaikan bahwa pendidikan anak usia dini memiliki posisi yang sangat strategis dalam membentuk karakter dan perkembangan anak.
Menurutnya, usia dini merupakan masa penting yang perlu diisi dengan aktivitas yang mendukung tumbuh kembang anak secara optimal.
Ia juga menyoroti tantangan perkembangan teknologi dan tingginya penggunaan gawai di tengah masyarakat.
Wali Kota mendorong agar anak usia dini lebih banyak diperkenalkan pada aktivitas bermain dan belajar secara langsung, seperti menulis, menggambar, bermain lego, serta berbagai permainan yang dapat merangsang kreativitas dan interaksi anak.
“Pendidikan yang sangat strategis di usia dini. Terutama sekarang media sosial dan gadget luar biasa.
Bagaimana ketergantungan gadget ini bisa dihindari, sehingga anak dari usia dini diperkenalkan kembali kepada pendidikan seperti sebelum-sebelumnya, menulis, menggambar, kemudian lego atau mainan-mainan,” ujar Ayep Zaki.
Ia menambahkan, pengenalan teknologi dan media sosial perlu disesuaikan dengan tahapan usia dan pendidikan anak.
Menurutnya, masa usia dini harus dimanfaatkan untuk membangun fondasi perkembangan anak sebelum mereka memasuki jenjang pendidikan berikutnya.
Selain itu, Wali Kota menyampaikan bahwa Pemerintah Kota Sukabumi membuka ruang bagi lembaga PAUD yang membutuhkan revitalisasi untuk mengajukan usulan melalui perangkat daerah terkait.
Ia menyebutkan, pada 2025 terdapat satu PAUD yang mendapatkan revitalisasi, sementara pada 2026 jumlahnya menjadi tujuh dan masih berpeluang bertambah sesuai usulan yang disampaikan.
Sementara itu, Ketua TP PKK sekaligus Bunda PAUD Kota Sukabumi Ranty Rachmatilah menyampaikan apresiasi terhadap HIMPAUDI yang selama lebih dari dua dekade konsisten berkontribusi dalam pengembangan pendidikan anak usia dini.
Menurut Ranty, tema “Nyalakan Asa, Wujudkan Pengakuan dan Kesetaraan Guru PAUD” memiliki makna penting, mengingat guru PAUD memiliki peran strategis dalam mendampingi anak pada masa golden age.
Ia menilai, peningkatan kapasitas pendidik harus berjalan beriringan dengan upaya mendorong pengakuan, penghargaan, dan kesetaraan bagi guru PAUD.
“Para pendidik PAUD memegang peranan krusial pada fase golden age atau masa keemasan perkembangan anak, sehingga sudah sepatutnya profesi mulia ini mendapatkan kedudukan, hak, dan apresiasi yang setara dengan tenaga pendidik pada jenjang pendidikan lainnya,” ungkap Ranty.
Ranty juga menekankan pentingnya peningkatan kompetensi guru secara berkelanjutan. Para pendidik dituntut mampu menyesuaikan metode pembelajaran dengan perkembangan zaman, sekaligus memahami kebutuhan psikologis, emosional, dan kognitif anak usia dini.
Menurutnya, kemampuan berkomunikasi menjadi salah satu aspek penting dalam proses pendidikan anak. Guru perlu menggunakan bahasa yang santun, efektif, dan mudah dipahami karena anak-anak banyak belajar melalui apa yang mereka lihat, dengar, dan rasakan dari lingkungan terdekat.
Format Fun Camp yang menjadi bagian dari kegiatan juga diapresiasi Ranty sebagai metode pembelajaran yang memberikan suasana berbeda.
Selain meningkatkan kapasitas, kegiatan tersebut menjadi ruang bagi para pendidik untuk bertukar pengalaman, memperkuat kebersamaan, membangun kerja sama, serta menumbuhkan semangat baru dalam menjalankan tugas.
Sebagai Bunda PAUD Kota Sukabumi, Ranty menegaskan komitmennya untuk terus mendorong sinergi antara HIMPAUDI, masyarakat, dan Pemerintah Kota Sukabumi dalam membangun ekosistem pendidikan anak usia dini yang berkualitas.
Ia berharap kegiatan HUT HIMPAUDI ke-21, workshop, dan Fun Camp dapat memberikan energi baru bagi para pendidik untuk terus berinovasi dalam pembelajaran serta memperkuat dedikasi dalam mendampingi anak-anak Kota Sukabumi.
“Semoga sekembalinya dari Fun Camp ini, Ibu dan Bapak memiliki energi baru, metode pengajaran yang lebih efektif, serta dedikasi yang semakin kuat untuk ditransformasikan di lembaga pendidikan masing-masing demi melahirkan generasi Sukabumi yang cerdas, tangguh, dan berakhlak mulia,” pungkasnya.
| Pewarta | : Agung |
| Dokumentasi | : Dede Soleh |
DOKPIM KOTA SUKABUMI |
|
| Pranata Kehumasan | : Ross Pristianasari |




Posting Komentar
Silakan kirim saran dan komentar anda