Wakil Wali Kota: Menabung Haji dan Menjaga Lingkungan Adalah Investasi untuk Masa Depan

Pemerintah Kota Sukabumi berkolaborasi dengan Bank Syariah Indonesia (BSI), Dinas Lingkungan Hidup (DLH), dan Restoe Boemi menggelar Tabligh Akbar “Sukabumi Berhaji” bertema “Langkah Awal Lebih Dekat ke Baitullah dengan Buka BSI Tabungan Haji” di GOR Merdeka, Kota Sukabumi, Sabtu (4/7/2026).

Kegiatan ini dihadiri Wakil Wali Kota Sukabumi, Senior Executive Vice President (SEVP) Funding & Transaction BSI Ida Triyana Widowati beserta jajaran, Regional CEO VI Bandung Fitria Ekayani beserta jajaran, para pimpinan cabang BSI, Ustaz Hilman Fauzi, unsur Forkopimda Kota Sukabumi atau yang mewakili, Ketua Restoe Boemi Kia Florita, jajaran Dinas Lingkungan Hidup Kota Sukabumi, serta ratusan masyarakat.

Dalam sambutannya, Wakil Wali Kota Sukabumi, Bobby Maulana menyampaikan apresiasi kepada BSI, DLH, Restoe Boemi, dan seluruh pihak yang telah berkolaborasi menyelenggarakan kegiatan tersebut.

Menurutnya, sinergi antara pemerintah, dunia usaha, komunitas, dan masyarakat menjadi kunci dalam mewujudkan pembangunan yang berkelanjutan.

Ia menjelaskan, kegiatan ini tidak hanya memberikan edukasi mengenai literasi keuangan syariah dan persiapan ibadah haji, tetapi juga mengedukasi masyarakat tentang pentingnya pengelolaan sampah.

Masyarakat diajak untuk mulai memilah sampah sejak dari rumah menjadi sampah organik dan anorganik. Sampah organik dapat diolah menjadi kompos, sedangkan sampah anorganik dapat didaur ulang, dimanfaatkan kembali, atau disalurkan melalui bank sampah sehingga memiliki nilai ekonomi.

Menurut Wakil Wali Kota, menjaga kebersihan lingkungan memiliki keterkaitan erat dengan persiapan menuju ibadah haji. Haji tidak hanya membutuhkan kesiapan finansial dan kesehatan, tetapi juga kesiapan spiritual melalui kebersihan hati, pikiran, perilaku, dan lingkungan.

Ia juga mengajak masyarakat untuk bijak dalam menggunakan media sosial dengan menyebarkan hal-hal positif serta memperkuat semangat gotong royong.

Lebih lanjut, ia berharap kolaborasi antara Pemerintah Kota Sukabumi, BSI, DLH, Restoe Boemi, dan berbagai pihak lainnya dapat terus diperkuat, termasuk melalui program tanggung jawab sosial perusahaan (CSR), sehingga mampu memberikan manfaat yang lebih luas bagi masyarakat, khususnya dalam pengelolaan sampah, pelestarian lingkungan, dan pemberdayaan masyarakat.

Sementara itu, dalam tausiahnya, Ustaz Hilman Fauzi mengajak masyarakat untuk mempersiapkan diri menyambut tiga panggilan dalam kehidupan, yaitu panggilan salat, panggilan menunaikan ibadah haji bagi yang mampu, dan panggilan ajal yang pasti akan datang kepada setiap manusia.

Ia menekankan bahwa persiapan haji tidak harus menunggu seseorang benar-benar mampu, melainkan dapat dimulai sejak dini dengan membuka tabungan haji dan mendaftarkan diri agar memperoleh nomor antrean keberangkatan.

Menurutnya, niat untuk berhaji yang disertai ikhtiar sudah bernilai pahala di sisi Allah SWT, meskipun seseorang belum sempat menunaikannya.

Ustaz Hilman juga mengingatkan bahwa seluruh rezeki berasal dari Allah SWT sehingga umat Islam tidak perlu ragu menyisihkan sebagian hartanya untuk mempersiapkan ibadah haji.

Ia menjelaskan bahwa haji memiliki keutamaan yang besar, di antaranya menjadi sebab diampuninya dosa-dosa bagi mereka yang melaksanakannya dengan ikhlas dan sesuai tuntunan syariat.

Selain mempersiapkan biaya, ia mengajak jamaah untuk memperbaiki kualitas salat, menjaga akhlak, mempererat hubungan dengan keluarga, memperbanyak amal saleh, serta membersihkan hati sebagai bekal spiritual menuju Baitullah.

Melalui kegiatan “Sukabumi Berhaji”, Pemerintah Kota Sukabumi bersama BSI berharap semakin banyak masyarakat yang memiliki kesadaran untuk merencanakan ibadah haji sejak dini, sekaligus membangun budaya hidup bersih, peduli lingkungan, dan memperkuat nilai-nilai keagamaan dalam kehidupan sehari-hari.

Pewarta : Indah
Dokumentasi : Iqbal

DOKPIM KOTA SUKABUMI
Pranata Kehumasan : Ross Pristianasari

0/Komentar

Silakan kirim saran dan komentar anda

Lebih baru Lebih lama

Headline