Kegiatan yang diikuti oleh 240 peserta didik baru tersebut menjadi momentum untuk membekali generasi muda dengan pemahaman mengenai pentingnya mengendalikan penggunaan teknologi di tengah pesatnya perkembangan era digital.
Dalam pemaparannya, Ketua TP PKK Kota Sukabumi mengajak para siswa untuk memandang teknologi sebagai sarana yang memberikan manfaat bagi kehidupan, bukan sesuatu yang menguasai kehidupan manusia.
Menurutnya, perkembangan teknologi telah menghadirkan banyak kemudahan dalam memperoleh informasi, belajar, dan berkomunikasi. Namun di sisi lain, penggunaan yang tidak bijaksana dapat memengaruhi tumbuh kembang anak dan remaja.
“Teknologi adalah alat yang hebat, tetapi jangan sampai menjadi penguasa hidup kita. Pilihan hidup ada di tangan kalian. Gunakan gadget sebagai sarana belajar, berkarya, dan mengembangkan potensi, bukan sebagai sesuatu yang menghambat masa depan,” ujarnya.
Ia menjelaskan bahwa otak remaja masih berada pada masa perkembangan sehingga kebiasaan menggunakan gadget secara berlebihan perlu dihindari.
Salah satu penyebab seseorang sulit melepaskan diri dari gadget adalah adanya hormon dopamin yang memunculkan rasa senang secara instan. Kondisi tersebut membuat otak terbiasa mencari kepuasan dengan cara cepat tanpa melalui proses.
Lebih lanjut, ia mengingatkan bahwa otak manusia belajar dari kebiasaan. Apabila terlalu sering memperoleh kesenangan instan melalui gadget maupun media sosial, seseorang berisiko menjadi kurang sabar, mudah bosan, sulit berkonsentrasi saat membaca, kurang tahan menghadapi kegagalan, serta selalu menginginkan hasil yang cepat tanpa menghargai proses.
Ranty juga menegaskan bahwa kehidupan yang ditampilkan di media sosial bukanlah gambaran nyata secara utuh.
Sebagian besar hanya menampilkan sisi terbaik seseorang, sehingga tidak sepatutnya dijadikan ukuran dalam menilai diri sendiri maupun kehidupan orang lain.
Sebaliknya, ia mendorong para siswa untuk membangun kebiasaan positif melalui membaca, menulis, memperluas pengetahuan, melatih kemampuan berpikir kritis, serta menumbuhkan kreativitas.
Menurutnya, seluruh kemampuan tersebut merupakan bekal penting untuk menghadapi tantangan kehidupan pada sepuluh tahun mendatang.
Dalam kesempatan tersebut, ia juga mengenalkan konsep growth mindset, yakni keyakinan bahwa kemampuan bukan semata-mata merupakan bakat bawaan, melainkan dapat terus berkembang melalui kemauan belajar, berlatih, mencoba hal-hal baru, dan tidak takut menghadapi kegagalan.
“Kemampuan bukanlah bawaan lahir yang tidak bisa diubah. Kemampuan akan terus berkembang ketika kita mau belajar, mencoba hal baru, berlatih, dan menjadikan setiap kegagalan sebagai proses untuk menjadi lebih baik,” tuturnya.
Menutup materinya, Ketua TP PKK Kota Sukabumi mengajak seluruh peserta didik untuk memanfaatkan teknologi secara sehat dan bertanggung jawab sebagai bekal meraih masa depan.
“Sepuluh tahun ke depan, dunia tidak hanya membutuhkan generasi yang pandai menggunakan teknologi, tetapi generasi yang mampu mengendalikan teknologi dengan bijak, berpikir kritis, kreatif, dan berkarakter. Jangan biarkan game mengambil impianmu, media sosial mengambil rasa percaya dirimu, atau gadget mengambil masa kecilmu. Jadikan teknologi sebagai alat untuk belajar, berkarya, dan berbagi kebaikan,” pungkasnya.
Melalui kegiatan MPLS Ramah ini, diharapkan para peserta didik baru SMP Negeri 8 Kota Sukabumi mampu membangun karakter yang kuat, memiliki pola pikir bertumbuh (growth mindset), serta mampu memanfaatkan perkembangan teknologi secara positif sebagai bekal menjadi generasi yang siap menghadapi tantangan masa depan.
| Pewarta | : Indah |
| Dokumentasi | : Iqbal |
DOKPIM KOTA SUKABUMI |
|
| Pranata Kehumasan | : Ross Pristianasari |




Posting Komentar
Silakan kirim saran dan komentar anda