Kegiatan ini menjadi langkah strategis dalam mendekatkan layanan konsultasi keluarga kepada masyarakat sekaligus memperkuat ketahanan keluarga sebagai fondasi pembangunan sumber daya manusia.
Kepala Dinas Dalduk KB P3A dalam laporannya menyampaikan bahwa Ponsel Ayena merupakan layanan yang telah tersebar di tujuh Balai KB di Kota Sukabumi.
Kehadiran layanan tersebut bertujuan mempermudah masyarakat memperoleh pendampingan terkait program keluarga berencana, ketahanan keluarga, serta pemberdayaan perempuan dan perlindungan anak.
Sepanjang pelaksanaannya, layanan tersebut telah menangani berbagai persoalan keluarga. Dari 155 kasus yang tercatat, 122 kasus telah berhasil ditangani di Balai KB.
Sementara itu, layanan Puspaga juga terus dimanfaatkan masyarakat dengan sedikitnya 40 layanan konsultasi yang telah diberikan kepada anggota keluarga yang membutuhkan pendampingan.
Ketua TP PKK Kota Sukabumi sekaligus Bunda Generasi Berencana (GenRe), Ranty Rachmatilah, menegaskan bahwa berbagai persoalan sosial yang muncul di masyarakat berakar pada kondisi ketahanan keluarga.
Karena itu, langkah pencegahan harus menjadi prioritas dibandingkan penanganan ketika masalah sudah terjadi.
“Lebih baik mencegah daripada mengobati. Kehadiran Ponsel Ayena dan Puspaga diharapkan mampu menjadi ruang konsultasi yang aman bagi seluruh anggota keluarga sehingga berbagai persoalan dapat dicegah sejak dini,” ujarnya.
Menurutnya, layanan ini bukan hanya menyediakan bimbingan dan konseling, tetapi juga menjadi wadah yang lebih terintegrasi dalam memperkuat fungsi keluarga. D
engan demikian, keluarga memiliki akses yang lebih mudah untuk memperoleh solusi atas berbagai persoalan pengasuhan, hubungan keluarga, maupun perlindungan anak.
Ranty mengungkapkan bahwa tantangan yang dihadapi setiap wilayah memiliki karakteristik yang berbeda. Masih ditemukannya anak-anak yang belum mampu membaca, meningkatnya kasus kehamilan di luar nikah, hingga berbagai persoalan kenakalan remaja menunjukkan pentingnya membangun ketahanan keluarga dari hulu.
“Permasalahan di hilir harus diselesaikan, tetapi kita juga harus menangani hulunya, yaitu keluarga. Semua persoalan pada akhirnya kembali kepada bagaimana keluarga menjalankan fungsi pengasuhan dan pendidikan karakter bagi anak-anak,” katanya.
Ia menambahkan, pembangunan sumber daya manusia sebagaimana menjadi bagian dari visi Indonesia Emas 2045, Asta Cita, Panca Waluya, serta semangat Sukabumi Bercahaya, harus dimulai dari lingkungan keluarga.
Penanaman nilai agama, kasih sayang, tanggung jawab, disiplin, serta penguatan kesehatan mental anak menjadi fondasi utama dalam mencetak generasi unggul.
Dalam kesempatan tersebut, Ranty juga mengingatkan seluruh camat, lurah, dan pemangku kepentingan agar lebih aktif melakukan pendataan dan koordinasi terhadap persoalan yang terjadi di wilayah masing-masing, termasuk anak-anak yang belum memiliki kemampuan calistung maupun kasus kehamilan di luar nikah.
Ia berharap seluruh perangkat wilayah mampu memberikan edukasi kepada masyarakat bahwa setiap keluarga memiliki kesempatan untuk menciptakan kehidupan yang lebih baik melalui pola pengasuhan yang tepat serta pemanfaatan layanan konsultasi yang telah disediakan pemerintah.
Sebagai Bunda GenRe, Ranty juga mengajak generasi muda mempersiapkan diri menjadi calon orang tua yang berkualitas melalui program Generasi Berencana.
Menurutnya, bonus demografi hanya akan menjadi peluang apabila diiringi dengan peningkatan kualitas sumber daya manusia, bukan sekadar jumlah penduduk usia produktif.
“Keluarga adalah fondasi pembangunan. Ketika keluarga kuat, maka akan lahir generasi yang sehat, cerdas, berkarakter, dan siap menjadi pemimpin masa depan. Saya berharap camat, lurah, dan seluruh elemen masyarakat dapat terus membangun komunikasi yang baik agar setiap program benar-benar memberikan dampak langsung bagi masyarakat,” tuturnya.
Melalui optimalisasi Ponsel Ayeuna dan Puspaga, Pemerintah Kota Sukabumi menegaskan komitmennya untuk terus menghadirkan pelayanan yang mudah diakses masyarakat, memperkuat ketahanan keluarga, serta mencetak generasi unggul menuju Indonesia Emas 2045 tanpa terhambat oleh berbagai tantangan, termasuk di tengah upaya efisiensi anggaran.
| Pewarta | : Indah |
| Dokumentasi | : Iqbal |
DOKPIM KOTA SUKABUMI |
|
| Pranata Kehumasan | : Ross Pristianasari |




Posting Komentar
Silakan kirim saran dan komentar anda