Ketua TP-PKK Buka Kegiatan Pemberdayaan Masyarakat Kelurahan Cikondang

Ketua TP-PKK Ranty Rachmatillah membuka kegiatan Pemberdayaan Masyarakat Kelurahan Cikondang dengan tema “Sinergi PKK dan Posyandu dalam Percepatan Penurunan Stunting Menuju Indonesia Emas”, Senin (7/9/2026).

Kegiatan tersebut dihadiri Ketua TP PKK Kecamatan Citamiang, Ketua TP PKK Kelurahan Cikondang, Lurah Cikondang, jajaran PKK, Kepala Puskesmas Tipar, Babinsa, Koordinator Lapangan PLKB Kecamatan Citamiang, Ketua IKP Cikondang, serta narasumber dari Dinas Kesehatan.

Dalam arahannya, Ranty menyampaikan apresiasi dan terima kasih kepada seluruh kader PKK dan Posyandu yang selama ini menjadi bagian penting dalam pelayanan dan pemberdayaan masyarakat.

Menurutnya, kader PKK dan Posyandu merupakan pihak yang paling dekat dengan masyarakat. Karena itu, peran kader sangat penting dalam memberikan edukasi, pendampingan, serta mengajak masyarakat untuk hidup lebih sehat dan memahami berbagai persoalan, termasuk stunting.

“Terima kasih kepada ibu-ibu PKK dan Posyandu yang selama ini terus hadir di tengah masyarakat. Mudah-mudahan apa yang dilakukan menjadi manfaat, sehingga masyarakat kita semakin sehat dan semakin paham,” ujar Ranty.

Ia mengapresiasi para kader yang terus meningkatkan kapasitas dan pengetahuan. Menurutnya, pemahaman mengenai stunting saat ini sudah semakin baik, namun edukasi harus terus dilakukan secara berkelanjutan agar pengetahuan tersebut benar-benar diterapkan oleh masyarakat.

Ranty juga mengajak seluruh kader untuk memiliki mindset positif sebagai pelayan masyarakat. Menurutnya, menjadi pelayan masyarakat berarti harus siap terus bertumbuh, berkembang dan belajar.

“Belajar itu bukan hanya dari pendidikan formal. Pelajaran hidup kita dapatkan dari proses learning by doing, dari pengalaman dan dari bagaimana kita menghadapi berbagai karakter masyarakat,” katanya.

Dalam menjalankan tugas, lanjut Ranty, para kader akan berhadapan dengan berbagai karakter dan situasi. Karena itu, diperlukan kemampuan untuk memahami orang lain dan tidak mudah melihat suatu persoalan hanya dari satu sisi.

Ia mengibaratkan kehidupan seperti seorang pemain sepak bola yang berada di lapangan, sementara masyarakat menjadi suporter yang memberikan berbagai komentar terhadap apa yang dilakukan.

“Jangan sampai kita menjadi orang yang hanya mendengar dari satu pihak. Kita harus memahami bahwa setiap orang memiliki kelebihan dan kekurangan. Apalagi sampai merasa lebih baik dari orang lain,” tuturnya.

Ranty menekankan pentingnya mindset proses, yakni menjadikan setiap pengalaman sebagai bagian dari pembelajaran dan upaya untuk terus memperbaiki diri.

Menurutnya, setiap orang memiliki ujian kehidupan yang berbeda-beda. Ada yang menghadapi persoalan anak, pasangan, ekonomi, keluarga, pekerjaan maupun berbagai hal yang tidak direncanakan.

Karena itu, diperlukan kecerdasan emosional untuk mampu mengelola perasaan, menahan emosi, memahami orang lain dan memaklumi keadaan.

“Kita harus memiliki kecerdasan emosional. Kemampuan itu juga harus terus bertumbuh seiring dengan usia dan pengalaman kita,” ujarnya.

Selain kecerdasan emosional, Ranty juga mendorong para kader memiliki resiliensi atau ketangguhan, sehingga mampu bangkit ketika menghadapi persoalan.

Ia mengingatkan bahwa dalam menjalankan tugas, tidak semua orang akan menyukai maupun memahami apa yang dilakukan. Namun, hal tersebut tidak boleh menjadi alasan untuk berhenti berbuat baik.

“Jangan sibuk membuktikan kepada orang lain. Mari menjadi baik, bahkan kepada orang yang tidak baik kepada kita,” katanya.

Ranty juga mengingatkan para kader untuk tidak menghabiskan waktu dengan membicarakan atau menjelekkan orang lain. Menurutnya, setiap orang sedang menjalani kehidupannya masing-masing dengan persoalan dan proses yang berbeda.

Dalam kesempatan tersebut, ia turut mengingatkan pentingnya menyikapi informasi secara bijak dan tidak menyebarkan hoaks atau berita yang belum terbukti kebenarannya. Setiap informasi perlu dipahami secara utuh agar tidak menimbulkan kesalahpahaman di masyarakat.

Ranty juga menyampaikan pentingnya kesehatan mental, terutama bagi para kader yang setiap hari berhadapan dengan berbagai persoalan dan karakter masyarakat.

Ia menekankan bahwa dalam menjalankan program dan pelayanan kepada masyarakat, keputusan harus didasarkan pada kondisi serta kebutuhan yang nyata di lapangan. Karena itu, data menjadi bagian penting dalam menentukan langkah.

“Data yang tepat akan menghasilkan keputusan yang tepat, dan keputusan yang tepat harus diikuti dengan pelaksanaan yang tepat,” ungkapnya.

Ranty menilai keberadaan PKK memiliki peran penting dalam proses pemberdayaan masyarakat. PKK hadir untuk membantu meningkatkan kesejahteraan keluarga dan mencerdaskan masyarakat. Karena itu, kader dituntut untuk terus inovatif dan kreatif dalam menjalankan perannya.

Menurutnya, informasi yang diberikan secara terus-menerus oleh para kader dapat membantu masyarakat semakin memahami berbagai persoalan dan mampu melakukan perubahan dalam kehidupan sehari-hari.

Ia juga mengingatkan bahwa perubahan tidak selalu mudah. Terkadang seseorang berubah karena keadaan atau situasi yang memaksanya untuk berubah. Namun, yang terpenting adalah bagaimana setiap proses tersebut dapat menjadi pembelajaran.

Dalam kaitannya dengan kesehatan keluarga, Ranty turut mengingatkan pentingnya menerapkan Perilaku Hidup Bersih dan Sehat (PHBS), termasuk membiasakan mencuci tangan dan menjaga kebersihan lingkungan sebagai bagian dari upaya membangun masyarakat yang sehat.

Ranty berharap seluruh kader dapat terus menjalankan tugas dengan penuh keikhlasan dan menjadikan setiap lelah sebagai bagian dari amal kebaikan.

“Apapun lelahnya, mudah-mudahan menjadi amal yang baik untuk kita semua. Mari kita terus belajar dan berproses dalam menjalankan kehidupan maupun tugas kita sebagai pelayan masyarakat,” katanya.

Menutup arahannya, Ranty mengajak seluruh kader PKK dan Posyandu untuk terus meningkatkan kapasitas dan memperkuat sinergi dalam memberikan pelayanan kepada masyarakat.

“Mari kita jadikan hari ini lebih baik dari kemarin dan hari esok lebih baik dari hari ini. Terus berproses, terus belajar, dan bersama-sama kita cegah stunting untuk mewujudkan generasi hebat menuju Indonesia Emas,” pungkasnya.

Kegiatan tersebut diharapkan semakin memperkuat sinergi PKK dan Posyandu bersama pemerintah, tenaga kesehatan dan unsur masyarakat dalam meningkatkan kualitas kesehatan keluarga, mempercepat penurunan stunting, serta mewujudkan masyarakat yang sehat dan berdaya.

Pewarta : Indah
Dokumentasi : Fadhil

DOKPIM KOTA SUKABUMI
Pranata Kehumasan : Ross Pristianasari

0/Komentar

Silakan kirim saran dan komentar anda

Lebih baru Lebih lama

Headline