47 Kader PKK dan Posyandu Dayeuhluhur Diperkuat dalam Pengelolaan Sampah

Ketua TP PKK Kota Sukabumi, Ranty Rachmatilah menegaskan pengelolaan sampah harus menjadi tanggung jawab bersama karena persoalan tersebut berkaitan dengan triple planetary crisis, yakni perubahan iklim, hilangnya keanekaragaman hayati, dan polusi.

Penegasan itu disampaikan saat menghadiri kegiatan Peningkatan Kapasitas Kader PKK dan Posyandu Pengelola Sampah di Aula Kelurahan Dayeuhluhur, Kecamatan Warudoyong, Senin (22/9/2026).

Kegiatan bertema “Sukabumi Bersih, Keluarga Tangguh, Sinergi PKK dan Posyandu Kelola Sampah” tersebut diikuti 47 kader PKK dan Posyandu se-Kelurahan Dayeuhluhur.

Kegiatan menjadi ruang penguatan peran kader dalam mengajak masyarakat mengelola sampah dari lingkungan keluarga hingga tingkat wilayah.

Ranty menjelaskan, sampah yang tidak dikelola dapat menghasilkan karbon dioksida dan gas metana, mencemari air, serta berdampak terhadap kehidupan biota. Karena itu, pengelolaan sampah tidak hanya menjadi tugas Dinas Lingkungan Hidup atau pemerintah kelurahan, tetapi perlu dimulai dari setiap rumah.

“Ini bukan hanya tugas DLH atau lurah, tapi tugas kita semua dari rumah,” tegasnya.

Ia juga mengingatkan target nasional pengelolaan sampah melalui Perpres Nomor 12 Tahun 2025 yang menargetkan 100 persen sampah terkelola pada 2029. Pencapaian target tersebut membutuhkan gotong royong masyarakat, termasuk di tengah keterbatasan dan efisiensi anggaran.

Dalam kegiatan tersebut, kader diperkenalkan strategi pengelolaan sampah melalui tiga pintu. Pintu depan berfokus pada pencegahan sampah dari sumber dengan berbelanja sesuai kebutuhan, mengurangi penggunaan kantong plastik sekali pakai, serta menggunakan tas belanja, tumbler, dan wadah guna ulang.

Pintu tengah diarahkan pada upaya memperpanjang masa guna barang melalui penggunaan kembali, perbaikan, pertukaran atau donasi barang, serta mengurangi makanan yang terbuang.

Sementara pintu belakang dilakukan dengan memilah dan mengolah sampah, seperti mengubah sampah organik menjadi kompos atau melalui biokonversi, menyalurkan sampah anorganik bernilai ekonomi ke bank sampah, dan menangani sampah B3 rumah tangga secara khusus.

“Kader PKK dan Posyandu adalah penyambung kepercayaan masyarakat. Mari kita sosialisasikan terus-menerus. Dari satu rumah paham akan menjadi lima, sepuluh, hingga seluruh warga Dayeuhluhur sadar memilah sampah,” ujarnya.

Selain peningkatan kapasitas, kegiatan tersebut juga diisi penyerahan bantuan 47 kaos untuk kader, 240 kursi bagi 25 Posyandu dan Sekretariat TP PKK Kelurahan Dayeuhluhur, serta satu unit tempat sampah untuk sekretariat.

Ketua TP PKK Kota Sukabumi juga menyampaikan apresiasi kepada para kader yang telah mengabdikan diri selama belasan hingga puluhan tahun. Dedikasi tersebut menjadi bagian penting dalam menjaga keberlanjutan berbagai program pemberdayaan masyarakat di tingkat kelurahan.

“Terima kasih kepada ibu-ibu kader yang tidak lelah. Semoga lelahnya menjadi lillah,” ujarnya.

Kegiatan tersebut turut dihadiri Sekretaris Kecamatan Warudoyong Qori Qornaen Hasan, Ketua TP PKK Kecamatan Warudoyong Yeni Maryani, Lurah Dayeuhluhur Supardi, Ketua TP PKK Kelurahan Dayeuhluhur Iis Rohayati, narasumber dari Dinas Lingkungan Hidup Kota Sukabumi, petugas Risa PPJS Kota Sukabumi, serta unsur gizi Puskesmas.

Pewarta : Indah
Dokumentasi : Ihsan

DOKPIM KOTA SUKABUMI
Pranata Kehumasan : Ross Pristianasari

0/Komentar

Silakan kirim saran dan komentar anda

Lebih baru Lebih lama

Headline