Ketua TP-PKK Ajak para Kader Jadi Ibu yang Bijak dan Tangguh

Ketua TP-PKK Kota Sukabumi Ranty Rachmatilah mengajak kader PKK dan Posyandu Kelurahan Gunungparang untuk terus meningkatkan kapasitas diri sebagai ibu yang bijak, cerdas, dan tangguh dalam menghadapi berbagai perubahan di tengah masyarakat.

Penguatan kapasitas kader pada Jumat (4/9) pagi ini tidak hanya berkaitan dengan kemampuan menjalankan program, tetapi juga menyangkut pola pikir positif, kecerdasan emosional, empati, serta resilience atau daya juang dan daya bangkit.

Kemampuan tersebut menjadi bekal penting bagi kader karena mereka berhadapan langsung dengan keluarga dan masyarakat yang memiliki karakter, kebutuhan, serta persoalan yang berbeda.

“Setiap orang punya ujiannya masing-masing. Kita harus punya daya juang dan daya bangkit,” pesan Ranty.

Ia mengajak kader untuk terus belajar dari pengalaman, memahami perbedaan, mampu mengendalikan emosi, dan membangun empati.

Sikap tersebut diperlukan agar kader dapat menjalankan perannya secara lebih bijak, terutama ketika menghadapi persoalan keluarga dan lingkungan di wilayah masing-masing.

Tantangan yang dihadapi kader juga semakin beragam. Perubahan teknologi, ketahanan pangan keluarga, dinamika komunitas, hingga kondisi pemulihan pascabencana membutuhkan kader yang adaptif dan memiliki kemampuan untuk mengambil langkah secara tepat.

Di tengah derasnya arus informasi digital, kader memiliki peran penting sebagai penyaring informasi di lingkungan masyarakat.

Kemampuan mengenali hoaks, melakukan pengecekan fakta, serta menerapkan prinsip “saring sebelum sharing” menjadi bagian dari kecakapan yang perlu dimiliki. Informasi yang tidak diverifikasi dapat menimbulkan kepanikan, kesalahpahaman, bahkan perpecahan di tengah masyarakat.

Memahami Pelayanan Posyandu Secara Menyeluruh

Penguatan kapasitas kader juga diarahkan pada pemahaman terhadap enam Standar Pelayanan Minimal (SPM) Posyandu.

Peran Posyandu kini tidak hanya berkutat pada layanan kesehatan ibu dan anak, tetapi mencakup seluruh kelompok usia melalui enam bidang pelayanan, yakni pendidikan, kesehatan, pekerjaan umum, perumahan rakyat, ketenteraman, ketertiban umum dan perlindungan masyarakat (trantibumlinmas), serta sosial.

Perluasan cakupan tersebut menuntut kader memiliki pemahaman yang lebih komprehensif mengenai kebutuhan masyarakat.

Posyandu menjadi ruang penting untuk mendekatkan berbagai pelayanan sekaligus memperkuat keterlibatan masyarakat dalam menyelesaikan persoalan di lingkungan.

Agar pelayanan berjalan efektif, diterapkan strategi 3T, yakni Informasi yang Tepat (The Right Information), Keputusan yang Tepat (The Right Decision), dan Pelaksanaan yang Tepat (The Right Execution).

Ketiga unsur tersebut menjadi rangkaian yang saling berkaitan, mulai dari memastikan informasi yang diterima benar, menentukan langkah berdasarkan kondisi yang ada, hingga melaksanakan keputusan secara tepat.

Penguatan kader juga berkaitan erat dengan upaya membangun ketahanan keluarga dan mencegah masalah gizi, termasuk stunting.

Kesehatan anak tidak dapat dipisahkan dari kebersihan rumah, sanitasi, serta kondisi lingkungan tempat keluarga tinggal.

Lingkungan yang sehat dan sanitasi yang baik dapat membantu mengurangi risiko penyakit infeksi pada anak.

Pencegahan penyakit melalui kebersihan dan kesehatan lingkungan menjadi bagian penting dalam menjaga tumbuh kembang anak agar berlangsung optimal.

Makan Ikan, Anak Sehat

Pemenuhan gizi keluarga juga menjadi bagian penting dalam menjaga kesehatan dan mencegah stunting. Salah satu sumber pangan yang dapat dimanfaatkan keluarga adalah ikan.

Ikan merupakan sumber protein hewani berkualitas yang juga kaya akan omega-3. Selain memiliki nilai gizi penting bagi pertumbuhan anak, ikan relatif mudah diperoleh dan dapat menjadi pilihan pangan keluarga yang terjangkau.

Pesan “Gemarikan: Makan Ikan, Anak Sehat” menjadi pengingat bahwa pemenuhan gizi tidak selalu harus berasal dari bahan pangan yang mahal.

Dengan pengolahan yang tepat dan konsumsi yang beragam, ikan dapat menjadi bagian dari menu keluarga untuk mendukung pertumbuhan dan perkembangan anak.

Melalui penguatan kapasitas tersebut, kader PKK dan Posyandu diharapkan mampu menjadi sosok yang tangguh, cerdas, bijak, dan adaptif.

Peran mereka menjadi semakin penting dalam memperkuat ketahanan keluarga, menyaring informasi, menjaga kesehatan lingkungan, memenuhi kebutuhan gizi, serta memastikan pelayanan kepada masyarakat berjalan tepat sasaran.

Pewarta : Zauharah
Dokumentasi : Iqbal

DOKPIM KOTA SUKABUMI
Pranata Kehumasan : Ross Pristianasari

0/Komentar

Silakan kirim saran dan komentar anda

Lebih baru Lebih lama

Headline