Dalam sambutannya, Wakil Wali Kota menegaskan pentingnya kegiatan ini untuk disimak seluruh warga. “Sifatnya sangat penting, dimohon untuk disimak,” tegasnya.
Bobby mengungkapkan bahwa Pemkot Sukabumi sudah menerima ‘surat cinta’ atau imbauan dari Kementerian Lingkungan Hidup. Isinya, seluruh TPA se-Jawa Barat harus ditutup per 1 Agustus 2026.
“Di TPA Cikundul selama ini hanya digali lalu diurug terus menerus dengan skema yang sama.
Sekarang kita sudah tidak ada lahan yang tersisa di Cikundul untuk menampung sampah,” jelasnya.
Karena itu, Wakil Wali Kota mengajak warga untuk mulai menyelesaikan sampah dari rumah.
Salah satunya dengan membuat lubang resapan biopori, memilah sampah organik-anorganik, dan mengurangi sampah yang dibuang ke TPA.
Ketua Restoe Boemi, Kia Florita, turut mempraktikkan cara pembuatan biopori dan pengelolaan sampah rumah tangga kepada warga.
Sosialisasi ini menjadi langkah awal agar Kota Sukabumi siap menghadapi penutupan TPA dan beralih ke pengelolaan sampah berbasis masyarakat.
| Pewarta | : Zauhara |
| Dokumentasi | : Dede Soleh |
DOKPIM KOTA SUKABUMI |
|
| Pranata Kehumasan | : Ross Pristianasari |



Posting Komentar
Silakan kirim saran dan komentar anda