Kegiatan yang dimulai pukul 08.00 WIB tersebut dihadiri Kapolres Sukabumi Kota, Dandim 0607, pejabat utama Polres Sukabumi Kota, para kapolsek, Kepala Dinas Lingkungan Hidup (DLH), camat, Lurah Cikundul, unsur Damkar, BPBD, relawan, organisasi kemasyarakatan, serta berbagai elemen masyarakat.
Bobby Maulana menyampaikan bahwa kegiatan tersebut merupakan bentuk sinergi lintas sektor dengan melibatkan sekitar 400 personel untuk mempercepat pemadaman titik-titik api kecil dan persebaran panas akibat pertemuan angin dengan gas metana.
Penanganan dilakukan dengan membagi petugas ke dalam tiga sektor, yakni sektor A, B, dan C, yang mencakup sejumlah wilayah di area TPA.
Petugas gabungan bersama Damkar melakukan penyisiran untuk menemukan titik asap dan api, dibantu alat berat untuk mengurai material sampah serta personel yang melakukan penyemprotan air secara langsung.
Menurut Bobby, luas lahan yang terdampak kebakaran diperkirakan mencapai lebih dari empat hektare, meskipun data pasti masih perlu dikonfirmasi kepada DLH.
Pemerintah Kota Sukabumi bersama unsur terkait terus berupaya melokalisasi titik api agar tidak merambat ke lahan aktif TPA. Ia berharap seluruh titik api dapat dipadamkan secara maksimal pada hari keempat penanganan.
Selain pengerahan personel, dukungan peralatan, penyediaan masker, dan kebutuhan teknis lainnya juga terus dikoordinasikan guna menunjang kelancaran proses pemadaman.
Lebih lanjut, Bobby menjelaskan bahwa penanganan kebakaran menjadi bahan evaluasi dalam pengelolaan sampah di Kota Sukabumi, termasuk rencana optimalisasi 13 TPS 3R pada 2027.
Dari sekitar 193 ton sampah yang dihasilkan setiap hari, sebanyak 136 ton masuk ke TPA Cikundul, sementara sisanya ditangani melalui TPS 3R, pengepul, dan pengelolaan di wilayah masing-masing.
Pemerintah Kota Sukabumi akan mengupayakan pengurangan volume sampah yang masuk ke TPA melalui penguatan pengelolaan di tingkat wilayah.
Ia menegaskan pentingnya kekompakan dan koordinasi seluruh pihak agar pemadaman berjalan optimal sekaligus mendorong pengelolaan sampah yang lebih berkelanjutan.
| Pewarta | : Husen |
| Dokumentasi | : Agus R |
DOKPIM KOTA SUKABUMI |
|
| Pranata Kehumasan | : Ross Pristianasari |



Posting Komentar
Silakan kirim saran dan komentar anda