Kegiatan tersebut menjadi wadah bagi para pelajar untuk mengembangkan kemampuan literasi, kreativitas, retorika, dan argumentasi, sekaligus melatih keberanian dalam menyampaikan gagasan.
Kepala SMA Negeri 1 Kota Sukabumi dalam sambutannya menyampaikan bahwa kegiatan Ajang Kreasi Seni, Apresiasi Retorika dan Argumentasi merupakan bagian dari upaya memberikan ruang kepada generasi muda untuk mengembangkan potensi dan kemampuan mereka.
Literasi menjadi salah satu pondasi penting dalam membentuk generasi yang mampu berpikir kritis dan memiliki wawasan luas. Kemampuan menyampaikan gagasan dengan baik, membangun argumentasi, serta berani tampil di depan publik juga menjadi keterampilan penting yang perlu dikembangkan sejak usia sekolah.
Melalui kegiatan tersebut, para peserta tidak hanya belajar berkompetisi, tetapi juga mendapatkan pengalaman untuk mengembangkan karakter, kreativitas, kepercayaan diri, serta kemampuan berkomunikasi.
Ia berharap kegiatan tersebut dapat terus menjadi ruang bagi pelajar di Kota Sukabumi untuk mengembangkan minat, bakat, dan kemampuan literasi.
Sementara itu, Wali Kota Sukabumi menyampaikan apresiasi atas terselenggaranya kegiatan tersebut. Ia mengapresiasi para pembina, panitia, guru, sekolah, serta seluruh pihak yang telah memberikan dukungan sehingga kegiatan dapat terlaksana.
Menurut Wali Kota, kegiatan seperti Ajang Kreasi Seni, Apresiasi Retorika dan Argumentasi memiliki arti penting karena berlangsung pada masa remaja, yaitu periode yang sangat menentukan dalam pembentukan karakter dan kemampuan generasi muda.
“Literasi merupakan salah satu pondasi penting untuk mempersiapkan generasi masa depan. Anak-anak harus dibiasakan membaca, memahami informasi, berpikir kritis, menyampaikan pendapat, dan berani berargumentasi,” ujarnya.
Wali Kota mengatakan Pemerintah Kota Sukabumi harus mempersiapkan masa depan daerah dengan bekerja keras, salah satunya melalui peningkatan kualitas sumber daya manusia.
Ia mengajak para pelajar untuk bersyukur karena memiliki kesempatan memperoleh pendidikan. Menurutnya, kesempatan untuk bersekolah merupakan hal penting yang tidak boleh disia-siakan karena pendidikan akan menentukan banyak hal dalam kehidupan seseorang.
Dalam kesempatan tersebut, Wali Kota juga menyoroti persoalan kemiskinan yang masih menjadi tantangan, termasuk kemiskinan ekstrem. Ia menyebut persoalan tersebut harus menjadi perhatian bersama dan ditangani melalui berbagai upaya, salah satunya dengan memperkuat pendidikan.
Berdasarkan data yang disampaikan, kondisi pendidikan masyarakat Kota Sukabumi masih menjadi pekerjaan rumah. Data tersebut mencatat masyarakat dengan tingkat pendidikan S3 sebanyak 80 orang, S2 sebanyak 1.808 orang, S1 sebanyak 21.986 orang, Diploma sebanyak 7.819 orang, SMA sebanyak 98.408 orang, SMP sebanyak 54.883 orang, dan SD sebanyak 36.764 orang.
Menurut Wali Kota, data tersebut menunjukkan bahwa peningkatan kualitas pendidikan harus menjadi perhatian bersama.
“Ini menjadi pekerjaan rumah kita bersama. Jangan mencari siapa yang salah, tetapi apa yang harus kita perbaiki,” tegasnya.
Ia menekankan bahwa tidak boleh ada anak di Kota Sukabumi yang berhenti memperoleh pendidikan hanya sampai jenjang SMP, terlebih tidak bersekolah sama sekali. Seluruh anak harus mendapatkan kesempatan untuk memperoleh pendidikan.
Wali Kota menilai pendidikan memiliki hubungan erat dengan upaya meningkatkan kesejahteraan masyarakat. Keterbatasan pendidikan dapat berdampak pada terbatasnya kesempatan seseorang dalam memperoleh pekerjaan dan meningkatkan taraf hidup.
“Kalau tidak berpendidikan, kita khawatir yang lahir adalah kemiskinan, kemudian kebodohan. Karena itu, pendidikan harus menjadi perhatian kita bersama,” ungkapnya.
Wali Kota juga menyampaikan bahwa berdasarkan data kemiskinan, masyarakat Kota Sukabumi yang berada pada kelompok desil 1 sampai dengan desil 5 mencapai sekitar 170 ribu orang. Data tersebut, menurutnya, harus menjadi perhatian pemerintah dan seluruh elemen masyarakat untuk menentukan langkah perbaikan yang tepat.
Ia menegaskan, data tersebut bukan untuk mencari kesalahan, melainkan menjadi dasar untuk melihat persoalan secara lebih jelas dan menentukan apa yang perlu diperbaiki.
“Bukan untuk mencari siapa yang salah, tetapi apa yang harus kita perbaiki. Kita harus memperbaikinya bersama-sama,” katanya.
Wali Kota mengajak sekolah, guru, orang tua, pemerintah, dan masyarakat untuk bersama-sama memastikan tidak ada anak yang kehilangan kesempatan memperoleh pendidikan.
Kepada para peserta, Wali Kota berpesan agar terus belajar dan tidak takut mengembangkan kemampuan. Ia mendorong para pelajar untuk berani bertanya, berani menyampaikan pendapat, serta memiliki cita-cita yang tinggi.
“Jangan takut untuk bertanya. Jangan takut menyampaikan pendapat. Dan jangan takut memiliki cita-cita yang tinggi,” pesannya.
Menurutnya, kemampuan literasi, retorika, dan argumentasi yang dikembangkan melalui kegiatan tersebut akan menjadi bekal penting bagi generasi muda dalam menghadapi masa depan.
Wali Kota berharap kegiatan Ajang Kreasi Seni, Apresiasi Retorika dan Argumentasi dapat terus menjadi ruang positif bagi para pelajar untuk mengembangkan potensi, kreativitas, kemampuan berpikir kritis, serta keberanian dalam menyampaikan gagasan.
Ia juga berharap generasi muda Kota Sukabumi dapat tumbuh menjadi generasi yang berpendidikan, memiliki kepedulian terhadap lingkungan sekitar, serta mampu memberikan kontribusi bagi pembangunan daerah.
“Mohon kita bersama-sama menjadikan Kota Sukabumi menjadi kota yang bercahaya,” pungkasnya.
| Pewarta | : Indah |
| Dokumentasi | : Agus R |
DOKPIM KOTA SUKABUMI |
|
| Pranata Kehumasan | : Ross Pristianasari |



Posting Komentar
Silakan kirim saran dan komentar anda